Home » Kolom » Opini
Sering Dianggap Hal Biasa
Bangkapos.com - Selasa, 31 Juli 2012 16:54 WIB
Share |

Analysis News
Oleh 
Suharyanto, Kepala BPMPDPKB Belitung

PERSOALAN yang menimpa Pito (9), Pita (6), dan Dina (18) masuk dalam ranah undang-undang perlindungan anak. Sebab hak-hak mereka sebagai anak seperti sekolah dan mendapat asuhan orang tua belum terpenuhi dengan wajar.

Dalam kondisi seperti itu, yang pertama kali harus bertanggungjawab adalah keluarga terdekat atau saudara kandung mereka.

Kami akan berupaya menghubungi pihak keluarga untuk memastikan Pito dan adiknya mendapatan pengasuhan dan pendidikan yang wajar. Namun jika keluarga terdekat tidak mampu lagi untuk merawat anak-anak itu, maka pemerintah akan mengambil alih pembinaan terhadap mereka.

Dalam hal ini sebenarnya masyarakat juga punya tanggungjawab. Setidaknya masyarakat bisa segera melaporkan kepada dinas terkait. Masyarakat juga bisa mengambil hak asuh atas anak tersebut dengan persetujuan keluarga.

Namun memang persoalan perlindungan anak masih belum dipahami secara luas oleh masyarakat. Sehingga persoalan seperti yang menimpa Pito dan adiknya masih sering dianggap hal biasa sehingga tak perlu dilaporkan.

Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Perempuan dan Keluarga Berencana terus berupaya mensosialisasikan segala bentuk kekerasan dan tindakan penelantaran pada anak dan perempuan di tingkat desa dan sekolah. 

Sosialisasi dilakukan agar masyarakat lebih tanggap dengan persoalan yang menimpa perempuan dan anak di lingkungan masing-masing.

Ke depan kegiatan sosialisasi memang masih perlu ditingkatkan, terutama hingga ke tingkat RT. Sebab, RT lebih tahu persoalan yang ada di lingkungannya.

Persoalan seputar tindakan penelantaran anak, kekerasan rumah tangga masih sangat mungkin terjadi. Sebab, tindakan itu sangat berkaitan dengan indeks pembangunan manusia (IPM) yang terdiri dari pendidikan, kesehatan, dan pendapatan. 

Bukan hanya Bellitung, IPM Indonesia secara keseluruhan masih terbilang rendah dan kita sekarang ini masih berada di bawah Vietnam. Jadi selama pendidikan, kesehatan, dan pendapatan masyarakat secara keseluruhan belum dipenuhi dengan baik, persoalan anak dan perempuan masih akan terus terjadi. 

Kini, Pemkab Belitung terus berupaya memberikan pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis serta menarik investasi untuk membuka lapangan pekerjaan. Dengan begitu di harapkan persoalan seputar anak terlantar dan kekerasan dalam rumah tangga bisa kita tanggulangi secara bertahap.

Penulis : wahyu
Editor : emil


Rekomendasi Facebook