Bangkai Paus Sperma Sulit Ditenggelamkan

Bangkai paus sperma belum berhasil ditenggelamkan di perairan Pulau Kotok, Kepulauan Seribu.

Bangkai Paus Sperma Sulit Ditenggelamkan
KOMPAS/LASTI KURNIA
Relawan berusaha memasang tali pada paus Sperm Whale yang terdampar di Pantai Tanjung Pakis, Pakis Jaya, Karawang, Jawa Barat, Jumat (27/7/2012).
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Bangkai paus sperma belum berhasil ditenggelamkan di perairan Pulau Kotok, Kepulauan Seribu.

Kepala Suku Dinas Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu, Liliek Litasari mengatakan, beban yang digunakan untuk menenggelamkan bangkai paus itu masih kurang.

"Padahal kami sudah menaruh pemberat 3 ton atau dua kali lipat berat bangkai paus," katanya, Rabu (1/8/2012).

Liliek menjelaskan, pihaknya akan menambah pemberat dengan menggunakan pasir-pasir yang berasal dari pulau-pulau terdekat untuk bisa menenggelamkan bangkai mamalia raksasa laut itu.

Menurut Liliek, sejak tadi pagi, upaya penenggelaman dilakykan tadipagi dengan 3 ton pemberat yang terdiri dari 50 karung pasir dan 5 kotak beton.

Proses penenggelaman dinilai mesti dipercepat lantaran bangkai paus sudah mulai mengeluarkan minyak berbau busuk. Karena itu, harus dipertimbangkan juga dampak lingkungan yang akan ditimbulkan.

"Pilihan ditenggelamkan agar nantinya tidak membawa dampak buruk terhadap lingkungan sekitar," tutur Liliek.

Penenggelaman juga dipilih supaya kerangka paus bisa tetap utuh dan dapat digunakan untuk kepentingan penelitian dan pendidikan. Selain itu, penenggelaman paus juga mendukung biota laut.

"Apabila mendapatkan kedalaman yang tepat, bangkai paus tidak akan mencemari lingkungan karena terurai dan dimangsa biota lain. Kami harus memastikan bangkai paus tenggelam," tutur Liliek.

Seperti yang diketahui, seekor bayi paus sperma terdampar di pantai Pakis Jaya, Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (25/7/2012). Kemudian paus tersebut dievakuasi untuk dikembalikan ke laut dan berhasil. Tetapi, paus itu ditemukan kembali di Muara Gembong, Bekasi dalam kondisi mati.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved