- Dipicu Pertikaian Keluarga, Polisi Kritis dan Istri…
- Satu Tewas Gara-gara Dua Sekretaris DPD PAN Berkelahi
- Pria Bertato Naga Tewas di Bawah Pohon Pisang
- Pria Ini Tewas Diserang Kawanan Monyet
- Pria Ini Tewas Usai Minum Obat Kuat
- Diduga Over Dosis, Deni Tewas di Kamar Hotel
- Diperiksa, Pemilik Bengkel Las Tempat Akiong Tewas
- Suami Guru SMA Tewas di Kamar Hotel Dicurigai
- Kematian Guru SMA di Kamar Hotel Terungkap
- Geger, Guru SMA Tewas di Kamar Hotel
BANGKAPOS.COM, MADIUN - Nasib tragis dialami Nur (37) warga kabupaten Madiun. Perempuan yang telah dikaruniai dua orang anak ini tewas di tangan suaminya sendiri, TH (40) warga Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.
Korban menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian di rumah ayah tiri suaminya di Perumnas Asabri, RT 40, RW 05, Dusun Plaosan, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Minggu (5/8/2012) sekitar pukul 08.30 WIB.
Diduga, korban tewas karena mengalami pendarahan hebat di bagian kepalanya usai dicangkul kepalanya berkali-kali oleh suaminya sendiri.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, awalnya TH, Nur serta kedua anaknya Najwah (5) dan Naura (1) bertandang ke rumah Pur (57) yang tak lain adalah ayah tiri TH sejak Kamis (2/8/2012) lalu. Namun, tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba tanpa adanya cek cok, TH mencangkul kepala istrinya, Nur.
Korban Nur berusaha menyelamatkan diri dan masuk ke dalam rumah. Namun saat masuk di balai perumahan yang ada di tengah persawahan itu, korban terjatuh dan menghembuskan nafas dalam keadaan bersimbah darah di depan rumah mertua tirinya itu.
Bahkan aksi mengamuknya TH yang memiliki gelar Sarjana Sosial di KTPnya itu, tidak hanya membunuh istrinya. Aksi brutalnya juga sempat melukai bagian tubuh kiri anak pertamanya, Najwah (5) dengan luka sabetan dan bacokan sebanyak 5 goresan dengan ukuran antara 10 sampai 20 sentimeter dari perut kiri hingga paha.
Salah seorang saksi mata, Panut (56) mengatakan jika dirinya tak mengerti persis penyebab pembunuhan itu.
Namun, saat mendengar ada kasus pembunuhan itu, ia langsung menuju lokasi kejadian. Saat itu, korban sudah terjatuh dan bersimbah darah sedangkan suaminya melarikan diri ke perkampungan warga di Dusun Plaosan, Desa Sidorejo.
"Setahu saya korban dan pelaku bukan orang perumahan ini, keduanya sudah menginap sejak 3 hari lalu di rumah Pak Pur. Saat mengamuk tadi pelaku langsung diamankan warga ramai-ramai," terangnya kepada Surya, Minggu (5/8/2012).
Sementara Kapolsek Wungu, AKP Heru Kun yang datang ke lokasi kejadian menegaskan jika pelaku pembunuhan sudah diamankan di Polsek Wungu. Namun, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pembunuhan itu.
"Sejumlah saksi masih shock berat seperti orangtua tirinya Pak Pur, dan keterangan pelaku masih terus berubah-ubah," tandasnya
