- Peserta Jamsostek Peluang Miliki Rumah
- Feni Rose Jadi Juri Acara Komedi
- Siasati Rumah Hadap ke Barat
- Bunga KPR Mulai Turun
- Korsel Minat Beli Coco Peat Asal Indonesia
- CR-V Penjualan Terbesar Honda
- Kolam di Samping Rumah Cukup Setengah Meter
- Gratis Daftar Gowes As'ik Beli Polygon
- XL Launching Layanan Serba 1000
- Dago Pizza Buka Cabang ke-3
Railbus berangkat menuju Kota Gudeg sekitar pukul 09.00. Sebelum berangkat, Wamenhub melakukan pengecekan dan melihat-lihat kondisi railbus. Wamenhub menyempatkan diri berbincang dengan sejumah penumpang. Diluar dugaan, pada pengoperasian perdana railbus ini, tiga rangkaian gerbong penuh sesak oleh masyarakat.
"Bagiama pak naik kursi keratanya, nyaman kah?," tanya Bambang pada salah seorang penumpang. Penumpang tersebut menjawab pertanyaan tersebut dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Wamenhun lantas menanyai sejumlah penumpang lain secara acak. Harga tiket untuk jurusan Solo-Yogyakarta tersebut Rp 20 ribu.
Saat railbus mulai menuju Yogyakarta, Wamenhub tak duduk di kursi penumpang. Pria berkacamata ini lebih memilih berada di ruang kabin, berdiri di samping masinis yang sibuk mengoperasikan railbus. Wamenhub terlihat serius mengamati masinis yang terus mengatur kecepatan railbus dan sesekali mengobrol.
Wamenhub tetap tak mau duduk dan memilih berdiri menikmati usai dari kabin. "Mulai hari ini dan seterusnya, masyarakat bisa menaiki railbus untuk bepergian ke Jogja, Solo, Sukoharjo. Kita harapkan railbus ini bisa meningkatkan perekonomian di daerah-daerah tersebut," kata Bambang. Railbus tersebut juga diharapkan bisa membantu warga bepergian saat arus mudik lebaran tahun ini.
Harga tiket railbus masih sama seperti rencana awal, yakni Rp 10 ribu untuk Solo-Sukoharjo, Rp 20 untuk Solo-Yogyakarta, dan Rp 30 ribu untuk Yogyakarta-Sukoharjo. Dalam sehari, railbus pergi-pulang dari Sukoharjo-Solo sebanyak satu kali.