Sabtu, 20 Desember 2014
Bangka Pos

Surat Panggilan untuk Ari Sigit

Senin, 13 Agustus 2012 10:31 WIB

Surat Panggilan untuk Ari Sigit
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Ari Sigit Cucu mantan Presiden Soeharto, yang juga sebagai Komisaris Utama PT Cessie Properti Indonesia.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (13/8/2012) akan melayangkan surat panggilan kepada Ari Sigit dan dua tersangka lainnya terkait kasus penipuan dan penggelapan dana proyek kerja sama antara PT Dinamika Daya Andalan dengan PT Krakatau Wajatama sebesar Rp 2,5 miliar.

"Minggu ini kembali dipanggil untuk diminta keterangan tambahan. Senin ini penyidik akan layangkan surat panggilan untuk Ari dan kedua temannya," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Senin (13/8/2012).

Dijelaskan Rikwanto, sejak dilimpahkan 11 Juni 2012 lalu, minggu lalu berkas perkara tersangka Ari Sigit dan dua tersangka lainnya dikembalikan ke penyidik, disertai petunjuk untuk segera dilengkapi.

"Jaksa kembali mengembalikan berkas perkara Ari Sigit. Jaksa menilai berkas Ari Sigit kurang lengkap," ucap Rikwanto.

Petunjuk yang harus dilengkapi penyidik ialah keterangan tambahan dari tiga tersangka yakni Ari Sigit, Alung dan Sir John.

Untuk diketahui, Ari Sigit dikait-kaitkan dalam kasus dugaan penggelapan dana proyek dari PT Krakatau Wajatama senilai Rp 2,5 miliar. Dana itu diberikan kepada PT Dinamika Daya Andalan yang ditunjuk Krakatau Wajatama sebagai pelaksana proyek pengerukan tanah di Cilegon, Banten.

Namun, dalam pelaksanaannya, proyek tidak dilakukan oleh PT Krakatau Wajatama. Akhirnya, dua pejabat PT Krakatau Wajatama melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada bulan Oktober 2011.

Polisi sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini yakni Ari Sigit, Soenarno, Sir John, Alung, dan seorang karyawan berinisial B. Ari Sigit merupakan Komisaris Utama PT Dinamika Daya Andalan, sementara Soenarno menjabat Direktur Utama di perusahaan itu.

Adapun ketiga tersangka lain adalah karyawan perusahaan yang sama. Para tersangka dijerat pasal 372 dan 378 KUHP. Seluruh tersangka tidak ditahan karena dinilai masih kooperatif.
Editor: suhendri
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas