Sembayang Rebut
Payung Itu Pelindung Kehidupan
Sembahyang rebut atau dalam Bahasa Kek (bahasa daerah China) disebut denga
Tayang:
Laporan Wartawan Bangka Pos Gilang Pupsita
Dalam ritual ini yang paling ditunggu adalah payung yang berada di patung Thai Se Ja (Penjaga Pintu Akherat). Payung tersebut diyakini dapat melindungi pemiliknya sepanjang masa. Tak heran harga payung mencapai jutaan rupiah.
"Payung tersebut diyakini sebagai pelindung kehidupan, seperti fungsi payung pada umumnya melindungi kita dari hujan, namun payung ini lebih spesial," kata Ketua Kelenteng Dewi Laut, Tanjung Bungan Pangkalpinang, Henry Kurniawan, Kamis (30/8/2012) malam.
"Mungkin harga barang-barang ini di pasaran lebih murah, namun jangan dilihat harganya, tapi berkahnya," katanya.
BANGKAPOS.COM,
BANGKA--Sembahyang rebut atau dalam Bahasa Kek (bahasa daerah China)
disebut dengan Chit Ngiat Pan. Sembahyang rebut merupakan sembahyang
penghormatan kepada leluhur.
Dalam ritual ini yang paling ditunggu adalah payung yang berada di patung Thai Se Ja (Penjaga Pintu Akherat). Payung tersebut diyakini dapat melindungi pemiliknya sepanjang masa. Tak heran harga payung mencapai jutaan rupiah.
"Payung tersebut diyakini sebagai pelindung kehidupan, seperti fungsi payung pada umumnya melindungi kita dari hujan, namun payung ini lebih spesial," kata Ketua Kelenteng Dewi Laut, Tanjung Bungan Pangkalpinang, Henry Kurniawan, Kamis (30/8/2012) malam.
Ini adalah tahun kedua kelenteng Dewi Laut menyelenggarakan
perayaan Sembahyang Rebut. Setiap tahun dalam perayaan tersebut digelar
lelang barang yang diyakini memiliki berkah bagi pemiliknya.
"Mungkin harga barang-barang ini di pasaran lebih murah, namun jangan dilihat harganya, tapi berkahnya," katanya.
Perayaan Sembahyang Rebut di kelenteng tersebut diisi dengan
berbagai kegiatan, seperti paduan suara dari Laoshi Jianqing, penampilan
permainan angklung, tarian, penampilan wushu, dan hiburan lainnya.
Perayaan ini dihadiri ratusan warga Tionghoa di seputaran wilayah
tersebut.