Selasa, 9 Juni 2026

Sembayang Rebut

Payung Itu Pelindung Kehidupan

Sembahyang rebut atau dalam Bahasa Kek (bahasa daerah China) disebut denga

Tayang:
Laporan Wartawan Bangka Pos Gilang Pupsita
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Sembahyang rebut atau dalam Bahasa Kek (bahasa daerah China) disebut dengan Chit Ngiat Pan. Sembahyang rebut merupakan sembahyang penghormatan kepada leluhur.

Dalam ritual ini yang paling ditunggu adalah payung yang berada di patung Thai Se Ja (Penjaga Pintu Akherat). Payung tersebut diyakini dapat melindungi pemiliknya sepanjang masa. Tak heran harga payung mencapai jutaan rupiah. 

"Payung tersebut diyakini sebagai pelindung kehidupan, seperti fungsi payung pada umumnya melindungi kita dari hujan, namun payung ini lebih spesial," kata Ketua Kelenteng Dewi Laut, Tanjung Bungan Pangkalpinang, Henry Kurniawan, Kamis (30/8/2012) malam.

Ini adalah tahun kedua kelenteng Dewi Laut menyelenggarakan perayaan Sembahyang Rebut. Setiap tahun dalam perayaan tersebut digelar lelang barang yang diyakini memiliki berkah bagi pemiliknya. 

"Mungkin harga barang-barang ini di pasaran lebih murah, namun jangan dilihat harganya, tapi berkahnya," katanya.

Perayaan Sembahyang Rebut di kelenteng tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, seperti paduan suara dari Laoshi Jianqing, penampilan permainan angklung, tarian, penampilan wushu, dan hiburan lainnya. Perayaan ini dihadiri ratusan warga Tionghoa di seputaran wilayah tersebut.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved