
- Novita Dewi Seperti Bermimpi Jadi Kenyataan
- Anggun Bingung Pilih Fatin atau Novita
- Persipura Sulit Lepas Jacksen Tukangi Timnas
- Djohar Berpesan Kalahkan Belanda!
- Standar Pariwisata Belitung Harus Maju
- Penerbangan ke Belitung Tak Lagi Fluktuatif
- Wagub Babel Harap Maskapai Berkompetisi Secara Sehat
- Garuda Datangkan 13 Pesawat Baru
- Indonesia Raya Dijadikan Lagu Dugem Kaki Lima
- Fatin Jadi Salah Tingkah
Demonstrasi yang berujung bentrokan tersebut dipicu oleh penayangan film 'Innocence of Muslims' yang menghina Nabi Muhammad SAW.
"Lima orang yang tersebut diamankan karena terbukti melakukan tindakan anarki, melempari petugas dengan batu, dan kelimanya melakukan aksi provokatif," ujar Rikwanto kepada wartawan di Depan kantor Kedubes AS, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (17/9/2012).
Dia menuturkan, pihaknya tidak ditemukan senjata tajam dari lima orang yang diamankan tersebut.
Lebih lanjut dia menegaskan, untuk saat ini situasi dan kondisi di lokasi demonstrasi sudah kondusif.
Sementara itu, lanjut dia, dari pihaknya, total ada 11 anggota polisi yang terluka akibat terkena lemparan batu.
"11 anggota kepolisian mengalami luka di bagian kepala, tiga diantaranya saat ini masih dirawat di RSPAD dan sisanya hanya diobati di ambulan yang stanby di lokasi," jelas dia.
Massa yang tergabung dalam FUI (Forum Umat Islam), FPI (Front Pembela Islamm) dan JAT (Jamaah Ansharut Tauhid) melakukan demonstrasi terkait penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW di dalam film berjudul “Innocence of Muslims”, film tersebut mengundang protes di berbagai belahan dunia. Massa melakukan long march dari Bundaran HI hingga Kedutaan Amerika Serikat, bentrokan pun pecah pada pukul 14.30 WIB.
Di beberapa negara protes terhadap film 'Innocence of Muslim' telah menyulut aksi unjuk rasa yang berakhir dengan kerusuhan, paling parah, aksi protes di Libya memakan korban yaitu tewasnya Dubes AS dan beberapa staf kedutaan.
