A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Ini Makanan Kesukaan SBY di Pacitan - Bangka Pos
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Bangka Pos

Ini Makanan Kesukaan SBY di Pacitan

Sabtu, 6 Oktober 2012 16:00 WIB
Ini Makanan Kesukaan SBY di Pacitan
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono menghadiri acara Buka Puasa Bersama Polri di Markas Besar Polri, Rabu (8/8/2012). Turut hadir dalam acara tersebut Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Ketua KPK Abraham Samad, dan sejumlah pejabat, menteri, dan anggota DPR RI
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menceritakan masakan kesukaannya di kampung halaman Pacitan, Jawa Timur. Makanan kegemaran SBY yakni soto dan kupat tahu Pacitan serta ikan layur dan nasi tiwul.

Presiden mengatakan hal tersebut saat silaturahmi dengan ribuan warga yang tergabung dalam paguyuban Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun dan Ponorogo (Pawitandirogo) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (6/10/2012).

"Kalau di Madiun saya pernah diajak mampir menyantap pecel dan mudah-mudahan tahun ini bisa berkunjung mencoba makanan khas di sana," kata SBY.

Menurut SBY ketika berkunjung ke Pacitan dan wilayah sekitarnya selama menjadi Presiden cukup disuguhi makanan khas daerah.
"Yang penting bisa saling melepas rindu di antara kita," kata  SBY.

SBY lebih lanjut menegaskan paguyuban seperti Pawitandirogo tidak perlu dikhawatirkan mengancam persatuan bangsa karena dibentuk berdasarkan ikatan emosional untuk berbuat kebaikan.

"Orang  sering bertanya apakah paguyuban kedaerahan itu masih cocok dan apakah justru  tidak membahayakan persatuan dan kesatuan nasional. Saya jawab  sama sekali tidak," kata SBY.

Dikatakan di era globalisasi ini paguyuban masih relevan terutama dalam menjaga identitas  keberagamaan Indonesia.

"Meskipun Indonesia ini satu, Bhinneka Tunggal Ika tidak berarti identitas yang ada dianggap tidak perlu," kata SBY.

Dikatakan paguyuban dapat dimanfaatkan dalam sebuah tanggung jawab saling membantu jika ada musibah dan aktif di bidang sosial kemanusiaan serta pengembangan ekonomi dan budaya.

"Saya tidak menganjurkan (paguyuban) masuk ke politik praktis yang bisa membuat jarak diantara kita. Paguyuban lebih banyak membuat  fungsi ikatan emosional yang positif," ujar SBY.
Editor: suhendri
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
159124 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas