Sabtu, 5 September 2015

Kematian Akibat Sakit Jantung Koroner 53,5 %

Kamis, 11 Oktober 2012 08:31

Kematian Akibat Sakit Jantung Koroner 53,5 %
merdeka.com
Ilustrasi

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRTN), dalam 10 tahun terakhir angka kematian di Indonesia akibat PJK cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 1991, angka kematian akibat PJK adalah 16 %.

kemudian di tahun 2001 angka tersebut melonjak menjadi 26,4 %. Angka kematian akibat PJK diperkirakan mencapai 53,5 per 100.000 penduduk di Indonesia.

"Kolesterol tinggi merupakan 'silent killer' atau pembunuh tersembunyi yang sering tidak disadari. Kandungan kolesterol yang tinggi dalam tubuh kerap tak dirasakan, padahal dampaknya mematikan," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr dr Ari Fahrial Syam kepada media di Jakarta.

Ari menjelaskan kolesterol berlebih yang menumpuk pada pembuluh darah akan membuat saluran itu menyempit, terus menyempit, hingga akhirnya pembuluh darah buntu yang bisa menyebabkan kematian secara mendadak.

"Kalau yang mengalami penyempitan pembuluh yang mengalirkan darah ke jantung bisa menyebabkan penyakit jantung koroner, kalau pembuluh darah di otak menyebabkan stroke, lumpuh separuh badan, dan kematian mendadak," jelasnya.

Karenanya, sambung Ari, kadar kolesterol dalam tubuh harus dicek secara rutin dan jangan disepelekan, kolesterol tinggi tak hanya menyerang orang-orang gemuk, sebab orang bertubuh kurus pun bisa tinggi kadar kolesterolnya.

"Cek kolesterol secara rutin memang efektif mengantisipasi kadar kolesterol berlebih, dan kalaupun ternyata sudah tinggi bisa diupayakan cara pengobatan dan terapi untuk menurunkan kadar kolesterol," ungkap Ari.

Halaman12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
berita POPULER
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas