Minggu, 26 April 2015

Korban Penganiayaan Oknum Polisi Dirawat Intensif

Kamis, 11 Oktober 2012 14:00

Siswa kelas XI SMK Negera 1 di kabupaten tersebut baru dilarikan ke rumah sakit setelah tidak bisa menahan sakit yang dirasakan di sekujur tubuhnya setelah dianiaya oknum anggota kepolisian dengan menggunakan double stick (sarambo).

"Awalnya, Arya masih bisa menahan luka akibat penganiayaan Bripka Na pada Minggu malam. Namun saat ini anak kami sudah tidak tahan lagi, apalagi anak kami sudah mulai pusing-pusing," ujar ibu korban, Andi Nina yang ditemui di rumah sakit, Kamis (11/10/2012).

Lanjut Andi Nina, bagian tubuh yang paling keluhkan anaknya yakni paha kanan, dada, dan lengannya tepat dimana bekas penganiayaan yang dilakukan Bripka NA yang menggunakan double stick. Korban mengerang kesakitan saat bagian tubuh tersebut disentuh.

Andi Nina meminta aparat kepolisian agar dapat menindak tegas pelaku yang telah mencederai anaknya itu.

Seperti dieberitakan sebelumnya, Andi Arya Anggara (15), siswa kelas XI di SMK Negeri 1 di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengaku telah dianiaya oleh oknum anggota kepolisian, Bripka Na.

Didampingi orang tuanya, kepada wartawan korban mengaku dipukuli oknum anggota Unit Sabara Polres Bulukumba saat hendak menuju rumah kawannya di Jalan Teratai. Baru tiba di depan pintu rumah kawannya, tiba-tiba pelaku menghajar korban dengan cara diinjak, ditendang dan dipukulnya dengan menggunakan double stick (sarambo) hingga berulang kali.

Tidak sampai di situ, pelaku bahkan mengangkat dan menghempaskan tubuh korban ke tanah. Korban yang ketakutan hanya pasrah dengan tindakan pelaku yang semakin menjadi-jadi.

Halaman12
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas