A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Korban Penganiayaan Oknum Polisi Dirawat Intensif - Bangka Pos
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Bangka Pos

Korban Penganiayaan Oknum Polisi Dirawat Intensif

Kamis, 11 Oktober 2012 14:00 WIB
BANGKAPOS.COM, BULUKUMBA - Korban penganiayaan yang diduga dilakukan Brigadir Kepala (Bripka) NA, Andi Arya Anggara (15) menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Daeng Radja, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Siswa kelas XI SMK Negera 1 di kabupaten tersebut baru dilarikan ke rumah sakit setelah tidak bisa menahan sakit yang dirasakan di sekujur tubuhnya setelah dianiaya oknum anggota kepolisian dengan menggunakan double stick (sarambo).

"Awalnya, Arya masih bisa menahan luka akibat penganiayaan Bripka Na pada Minggu malam. Namun saat ini anak kami sudah tidak tahan lagi, apalagi anak kami sudah mulai pusing-pusing," ujar ibu korban, Andi Nina yang ditemui di rumah sakit, Kamis (11/10/2012).

Lanjut Andi Nina, bagian tubuh yang paling keluhkan anaknya yakni paha kanan, dada, dan lengannya tepat dimana bekas penganiayaan yang dilakukan Bripka NA yang menggunakan double stick. Korban mengerang kesakitan saat bagian tubuh tersebut disentuh.

Andi Nina meminta aparat kepolisian agar dapat menindak tegas pelaku yang telah mencederai anaknya itu.

Seperti dieberitakan sebelumnya, Andi Arya Anggara (15), siswa kelas XI di SMK Negeri 1 di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengaku telah dianiaya oleh oknum anggota kepolisian, Bripka Na.

Didampingi orang tuanya, kepada wartawan korban mengaku dipukuli oknum anggota Unit Sabara Polres Bulukumba saat hendak menuju rumah kawannya di Jalan Teratai. Baru tiba di depan pintu rumah kawannya, tiba-tiba pelaku menghajar korban dengan cara diinjak, ditendang dan dipukulnya dengan menggunakan double stick (sarambo) hingga berulang kali.

Tidak sampai di situ, pelaku bahkan mengangkat dan menghempaskan tubuh korban ke tanah. Korban yang ketakutan hanya pasrah dengan tindakan pelaku yang semakin menjadi-jadi.

"Saya baru bisa lari menyelamatkan diri ke rumah kepala sekolah yang dekat dari tempat kejadian itu, setelah pelaku terlihat lelah setelah menganiaya saya. Melihat saya lari, malah pelaku ikut mengejar dan sempat mendobrak pintu rumah kepala sekolah saya," cerita Arya sedih.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya. Bahkan kaki korban mengalami luka gores yang diduga akibat benturan benda keras.

Kasus itu juga telah dilaporkan ke Mapolres Bulukumba dengan No.TBL/B.688/X/2012/Sulsel/Res Blk dengan laporan tindak pidana penganiayaan. Arya mengaku tidak tahu menahu alasan penganiayaan pada dirinya.

Menurutnya, penganiayaan oleh Bripka NA kepada dirinya bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Bripka NA juga pernah menganiaya dirinya juga dengan menggunakan sarambo. Alasannya, Bripka NA mengaku memiliki kerabat yang pernah dipukul oleh Arya dalam kegiatan masa orientasi siswa (MOS) di SMKN 1 Bulukumba pada Agustus 2012 lalu. Saat itu, perlakuan Bripka NA tidak dilaporkan ke polisi karena korban tidak mengetahui persis pelaku.

Sejak saat itu, korban terus mengintai dan mencari tahu siapa nama polisi tersebut hingga akhirnya mengenalinya. Sejak saat itu pula, sang oknum polisi terus mencari dan menganiaya korban hingga mengalami luka memar di sekujur tubuhnya dan trauma berat.

Orang tua korban, Tanjung dan Andi Nina yang mendampingi korban mendesak agar pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Mereka mengaku tidak menerima perlakuan terhadap anaknya. Apalagi pelakunya adalah anggota polisi yang notabene seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat.

"Kami tidak terima dengan perlakuan ini dan meminta kapolres menindak tegas anggotanya. Kalau perlu dipecat saja anggota polisi seperti itu," tegas Tanjung dengan nada emosi.
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
165674 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas