BangkaPos/

Menyelamatkan Budaya Peranakan Tionghoa Lewat Mode

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk kebudayaannya. Salah satunya, adalah Peranakan Tionghoa

Menyelamatkan Budaya Peranakan Tionghoa Lewat Mode

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Daniel Ngantung

BANGKAPOS.COM - Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk kebudayaannya. Salah satunya, adalah Peranakan Tionghoa, budaya baru hasil perkawinan budaya Tionghoa dengan budaya asli Indonesia. Tentu saja, perkawinan ini menghasilkan tradisi dan karya seni yang unik.

Sayangnya, seiring perkembangan zaman, budaya perenakan pun memudar karena ditinggalkan oleh generasi muda yang diharapkan sebagai generasi penerus.

Tak mau budaya ini lekang dimakan wantu, Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (ASPERTINA) akan menggelar pegelaran busana bertajuk "Kondangan Peranakan Tionghoa", pada 8 November mendatang di Hotel Mulia, Jakarta.

"Tradisi dalam budaya peranakan Tionghoa sekarang sudah mulai memudar, untuk itu pengenalan secara kontinu kepada generasi muda harus dilakukan, salah satunya lewat mode," ujar Andrew Susanto di Meradelima, Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Mode, menurut Andrew, mampu menjadi jembatan antara generasi muda dengan budaya Peranakan karena generasi muda selalu bersinergi dengan mode.

Ada tujuh perancang papan atas yang akan mempresentasikan busana-busana kontempor berlatar belakang Peranakan Tionghoa.

Ghea Panggabean, Susi Lucon, dan Musa Widyatmodjo akan menampilkan rancangan busana prosesi pengantin Peranakan Tionghoa yang kaya akan makna dan simbol.

Sedangkan busana yang terinspirasi dari keindahan dan kekayaan seni budaya Peranakan Tinghoa akan ditampilkan Deden Siswanto, Jeanny Ang, Rudy Chandra dan Hian Tjen.

"Kami juga memberikan arahan sebagai acuan para desainer. Misal untuk mereka yang merancang busana pengantin, kami beri tata acara pernikahan Peranakan Tionghoa," kata Alexandra Tan, ketua panitia acara.

Perhelatan ini juga diselenggarakan dalam rangka ulang tahun ASPERTINA yang 28 Oktober lalu genap berusia dua tahun. Acara serupa juga akan diselenggarakan lagi pada Januari 2013, tepatnya sebelum Imlek, bertajuk "Passer Taon Baroe".

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help