A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Bocah Terlempar Keluar Mobil - Bangka Pos
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Bangka Pos

Bocah Terlempar Keluar Mobil

Jumat, 2 November 2012 08:00 WIB
Bocah Terlempar Keluar Mobil
Ilustrasi
BANGKAPOS.COM, KERTASARI - Kecelakaan maut terjadi di Kampung Berlin, Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Kamis (1/11/2012) siang sekitar pukul 12.45.

Kecelakaan itu melibatkan kendaraan roda empat Suzuki APV bernopol D 1187 DI dan sebuah sepeda motor bernopol D 2017 YT. Saat itu, mobil APV sedang memasuki jalan yang sedang dicor dan berusaha naik ke bagian jalan yang lebih bagus di sebelah kiri. Namun tak disangka dari arah berlawanan muncul sebuah sepeda motor di jalur yang sama sehingga menghalangi laju APV itu.

Karena tidak menyangka ada motor yang berpapasan, sopir APV, Asep Daman (46), berusaha menghindar dengan membanting setir ke kanan jalan.

Diduga panik, Asep menginjak gas berlebihan, sehingga mobil tak mampu dikuasai dan akhirnya terjun ke parit sedalam tiga meter. Sedangkan motor yang dihindari pun masuk ke sawah.

Akibat masuk ke parit, 12 penumpang di dalam APV, termasuk sopir, mengalami luka-luka. Sebagian luka ringan dan sebagian besar luka berat. Bahkan Dikri (2), bocah yang tengah berada di pangkuan ibunya, Enok Rosida (32), sempat terpental ke luar kaca mobil yang terguling.

Beruntung Dikri masih bisa bertahan meskipun dia mengalami luka parah terutama di kepala bagian depan dan bibir yang harus menerima beberapa jahitan.

Asep Daman mengalami luka berat, sementara Enok mengalami luka ringan tapi harus dirawat di RS Al Ihsan. Sembilan penumpang lainnya mengalami luka beragam, yaitu Entin Surtini (49), Dede Zaenal Mutaqin (34), Neni Hendrayani (40), Seni (10), Kokom Nurjanah (25), Firman Oktavian (1), Rian Maulana (15), Nina Nurbaeni (17), dan Enung (45), semua beralamat sama di Kampung Saparako RT 03/01, Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Satu korban luka lainnya adalah pengemudi sepeda motor bernama M Surur (31), warga Maruyung, Kecamatan Ciparay.

Lima korban terpaksa harus dirawat di RS Ebah Majalaya, yaitu Asep Daman, Dikri, Entin Surtini, Dede Zaenal Mutaqin, dan Neni Hendrayani. Sisanya dirawat di RS Al Ihsan Baleendah.

Seorang penumpang, Nina Nurbanirahmat. mengatakan, mobil yang ditumpang 12 orang itu berusaha menghindari kendaraan roda dua yang berada di depannya. "Semua penumpang berteriak. Kejadian berlangsung begitu cepat. Saya baru sadar kalau mobil itu terguling, dan tidak merasakan apa-apa pada saat kejadian," katanya ketika ditemui di Rumah Sakit Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung, kemarin sore.

Perempuan berusia 17 tahun ini menambahkan, dia duduk di sebelah kiri jok paling belakang. Mobil itu terguling karena sopir berusaha menghindari kendaraan roda dua yang berada di depannya. Namun, diduga sopir salah menginjak gas, bukan rem, karena kecepatan mobil justru bertambah.
Untungnya Nina hanya luka ringan di bagian bibir, lebam di kepala belakang karena benturan, dan jemari kirinya lecet-lecet. Semua penumpang mobil itu adalah satu keluarga, yang hendak kembali ke rumah di Majalaya setelah menghadiri hajatan di Cibeureum, Kertasari.

Kasat Lantas Polres Bandung AKP Lukman Syarif mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut. Menurut dia, selain faktor jalan, petugas juga masih mendalami siapa yang lalai menggunakan jalur lain.

"Kami masih meminta keterangan para saksi siapa yang mengambil jalur siapa. Untuk saat ini kami fokus kepada penanganan keselamatan para korban terlebih dulu. Alhamdulillah, semua selamat dan hanya mengalami luka berat dan ringan," tutur Syarif kepada wartawan di RS Al Ihsan.
Terjepit Setengah Jam

Di Garut, sebuah truk pengangkut telur bertabrakan dengan sebuah minibus di Kampung Cimaragas, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Kamis (1/11) sekitar pukul 10.00. Akibatnya, sejumlah penumpang terluka dan sopir truk sempat terjepit sekitar setengah jam.

Seorang saksi mata, Subarnas (54), mengatakan truk colt diesel bernomor polisi AG 8123 UP melaju dari arah Tasikmalaya menuju Garut dengan kecepatan sedang. Kemudian, truk oleng dan melaju di jalur berlawanan. Truk pun akhirnya menabrak bus Sonny Prima Z 7520 HB jurusan Bandung-Tasikmalaya di arah berlawanan.

Kanit Lakalantas pada Satlantas Polres Garut, Iptu Sofiyan, mengatakan tabrakan terjadi diduga akibat rem truk yang tidak berfungsi normal.

"Rem truk bukan blong, melainkan tidak berfungsi dengan baik. Sejak melintasi Cilawu, jalan terus menurun. Terlalu sering dipergunakan, rem jadi panas sehingga cara kerjanya menurun. Padahal, truk melaju tidak terlalu cepat. Antara 40 hingga 50 kilometer per jam," ucap Sofiyan. (guy/sam)
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas