Jumat, 28 November 2014
Bangka Pos

Warga Resah Lanud Halim Buat Sodetan

Rabu, 14 November 2012 15:51 WIB

Warga Resah Lanud Halim Buat Sodetan
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Sodetan dekat Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur meresahkan warga
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Warga RW 02 dan RW 03 Cipinang Melayu, Jakarta Timur mengaku risau atas rencana pihak Lapangan Udara Halim Perdanakusuma milik TNI AU, berencana membangun sodetan dari Kali Sunter ke Banjir Kanal Timur (BKT) demi menanggulangi banjir. Sodetan tersebut bakal terhubung ke saluran penghubung (Phb) Sulaiman.

Ketua RW 03, Cipinang Melayu, Muchtar mengatakan, seluruh warga RW 02 dan 03 Cipinang Melayu keberatan bila sodetan tersebut dilanjutkan ke Phb Sulaiman. Pasalnya, kondisi saluran Phb Sulaiman sendiri saat ini mengalami pendangkalan dan penyempitan sehingga dinilai tidak akan mampu menampung buangan air dari Kali Sunter.

"Tanpa ada air buangan dari Kali Sunter pun wilayah ini sering tergenang banjir. Makanya, kami keberatan kalau ada tambahan sodetan, karena pemukiman kami bisa semakin terendam," kata Muchtar kepada wartawan, Rabu (14/11/2012).

Muchtar menjelaskan, warganya hanya berharap sebelum ada pengerjaan sodetan, sebaiknya terlebih dahulu dilakukan pengerukan Phb Sulaiman maupun menyelesaikan penurapan dan normalisasi sepanjang Kali Sunter. Selain itu, gorong-gorong di Phb Sulaiman pun semestinya diperlebar. Agar tidak ada lagi banjir akibat limpahan Phb maupun luapan Kali Sunter.

"Kami juga berharap Gubernur DKI Jakarta Jokowi datang meninjau Kali Sunter. Karena seperti yang kami ketahui, bahwa pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Sunter sudah diprogamkan sejak Tahun 2011. Tapi sampai saat ini, pembebasan lahan itu belum dikerjakan. Kami menunggu gebrakan Pak gubernur untuk pembebasan lahannya," ujarnya.

Sementara itu Komandan Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Marsekal Pertama TNI, A. Adang Supriyadi mengakui, pembuatan sodetan tersebut sudah mulai dikerjakan oleh pihaknya.

Sebagai tahap awal, pihaknya telah menggusur 33 bangunan warga yang berdiri di sekitar wilayah perbatasan Halim Perdanakusuma dengan Cipinang Melayu.

"Bangunan-bangunan yang kami bongkar itu sebenarnya liar, karena tidak ada RT/RW nya, dan itu sebenarnya juga berdiri di wilayah Halim. Kami mebongkarnya, untuk keperluan penanggulangan banjir. Nantinya, di sekitar sana juga akan dibangun pula waduk yang sudah diprogamkan Pemprov DKI dan pemerintah pusat. Jadi kami di sini berusaha membantu program mereka untuk penanggulangan banjir di wilayah Jaktim," lanjutnya.

Adang juga meminta warga untuk tidak perlu resah terkait pembangunan sodetan tersebut. Dirinya menjamin, sodetan tersebut tidak akan berdampak buruk terhadap pemukiman warga di Cipinang Melayu.

"Malahan itu akan menyelamatkan warga sekitar Kali Sunter termasuk Cipinang Melayu dari banjir kiriman yang selama ini kerap melanda," ucapnya.
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas