Suhaimi Bidik Revitalisasi Transmigrasi

Revitalisasi transmigrasi melalui pengembangan kesenian dan kerajinan lokal mulai diwacanakan di Belitung.

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Revitalisasi transmigrasi melalui pengembangan kesenian dan kerajinan lokal mulai diwacanakan bidang Pelatihan Penempatan Tenaga Kerja (P2TK) dan Transmigrasi Disnakertransos Kabupaten Belitung. Langkah inovatif ini merupakan harapan baru untuk meminimalisir angka pengangguran di masyarakat.

Kepala bidang P2TK dan Transmigrasi Disnakertransos Kabupaten Belitung Suhaimi mengatakan program itu akan dilaksanakan 2013 mendatang.

"Ada beberapa program revitalisasi transmigrasi. Tapi mengedepankan kesenian dan kerajinan lokal menjadi ikon baru kita kedepan," kata Suhaimi kepada bangkapos.com, Senin (19/11/2012).

Wacana ini menurut Suhaimi masih dalam tahap pembahasan internal. Kesenian dan kerajinan bisa menjadi alternatif lain untuk membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat yang belum bekerja.

"Kalau transmigrasi identik dengan pertanian, perkebunan, peternakan dan lainnya yang berhubungan dengan lahan. Ini yang mendorong kita untuk lebih kreatif," papar Suhaimi.

Suhaimi menjelaskan konsep pengembangan revitalisasi transmigrasi melalui kesenian dan kerajinan lokal sangat sederhana. Ia mencontohkan di beberapa lokasi transmigrasi merupakan kumpulan pendatang dari satu daerah.

"Tentunya ada kesenian disana. Dan itu bisa dikembangkan, peran dinas bisa memfasilitasinya agar bernilai jual," papar Suhaimi.

Khusus untuk kerajinan lokal, Suhaimi tertarik untuk mengembangkan kerajinan kerang. Menurut ia, sebagai kabupaten yang memprogramkan pariwisata harus diselaraskan dengan cinderamata lokal terutama pariwisata pantai.

"Masyarakat transmigran bisa kita latih dan berikan pelajaran untuk menekuni kerajinan ini. Dengan harapan, bisa dikerjakan di daerah transmigran dan menjadi pemasukan pendapatan lain. Hanya masalahnya, wacana ini masih terbentur pendanaan. Semoga tahun depan bisa," terang Suhaimi.

Sedangkan untuk program yang dibiayai APBN dan APBD, menurut Suhaimi ada dua yaitu padat karya produktif dan padat karya infrastruktur.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: ediyusmanto
Editor: fitriadi
Sumber: Pos Belitung
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help