BangkaPos/

Edan... China Bangun Gedung Tertinggi dalam 90 Hari!

Sky City akan menjadi gedung pencakar langit tertinggi di dunia, yang dibangun hanya dalam waktu tiga bulan.

Edan... China Bangun Gedung Tertinggi dalam 90 Hari!
Broad Sustainable Building Corp/Time.com
Broad Construction
BANGKAPOS.COM, CHANGSHA - Seandainya membangun sebuah gedung pencakar langit itu semudah menyusun permainan lego. Maka, kita akan bersama-sama membuat 200 menara pencakar langit hanya dalam hitungan minggu, kemudian meruntuhkannya dan membuatnya lagi sampai kita akhirnya bosan.

Tetapi, ide Broad Sustainable Building Corp atau perusahaan jasa arsitektur yang berbasis di China ini sepertinya terlalu mengada-ngada. Dengan hitungan matematika dan cara yang benar, mereka akan membangun sebuah gedung pencakar langit setinggi 2.749 kaki.

Sky City akan menjadi gedung pencakar langit tertinggi di dunia, yang dibangun hanya dalam waktu tiga bulan. Dimulai pada Januari 2013 nanti, upaya ngebut membangun gedung pencakar ini akan berhadapan deadline yang begitu singkat.

Broad Sustainable Building Corp memang hanya mematok rencana 90 hari untuk membangun gedung 220 lantai yang dinamai dengan Sky City, di kota Changsha, tepatnya di sebelah tenggara Provinsi Hunan. Artinya, seperti dilansir oleh Construction Week Online, tinggi gedung tersebut akan bertambah tinggi lima lantai setiap harinya.

Nantinya, jika Sky City ini selesai dibangun, maka predikat Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi sejagat saat ini, akan berganti. Pasalnya, Sky City akan lebih tinggi 32 kaki dari Burj Khalifa yang terletak di Dubai itu.

Bukan hanya "rekor" gedung paling tinggi dipegang oleh Sky City. Sebagai perbandingan saja, Empire State Building di New York, AS, pun membutuhkan waktu 410 hari untuk bisa tegak sepenuhnya. Bahkan, Burj Khalifa baru bisa diselesaikan dalam waktu 1.931 hari. Sementara pembangunan Sky City hanya diberi waktu 90 hari atau 3 bulan.

Rencananya, gedung ini akan terdiri dari sekolah, rumah sakit, 17 landasan helikopter, serta apartemen untuk 30.000 orang. (TIME.com)

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help