• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Bangka Pos

Asap Tipis Keluar dari Jamur Raksasa Ini

Selasa, 4 Desember 2012 05:10 WIB
Asap Tipis Keluar dari Jamur Raksasa Ini
TRIBUN JOGJA/HARI SUSMAYANTI
Sastrodiarjo sedang melihat jamur raksasa yang tumbuh di samping rumahnya, di Dusun Gondangan, Desa Sidomulyo, Pengasih, Senin (3/12/2012).
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hari Susmayanti

BANGKAPOS.COM, KULONPROGO
- Warga Dusun Gondangan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi DI Yogyakarta dihebohkan dengan tumbuhnya jamur raksasa di pekarangan milik Sastrodiarjo (64).

Jamur tersebut ukurannya cukup besar, sehingga menyerupai meja. Jamur raksasa ini sebenarnya terdiri dari puluhan tangkai. Setiap tangkai berdiameter sekitar 20 centimeter.

Karena tumbuhnya mengelompok, jamur ini terlihat cukup besar. Sebenarnya jamur ini tumbuh di dua titik yang saling berdekatan. Namun, salah satu rumpun sudah rusak karena tertimpa buah nangka. Sedangkan yang satunya masih tumbuh subur dan terus membesar.

Selain memiliki ukuran yang tak lazim, jamur tersebut memiliki keunikan bisa mengeluarkan asap putih tipis, saat terkena sinar matahari. Jamur ini pun memiliki perbedaan dengan jamur pada umumnya, yang hanya mampu bertahan dalam hitungan hari. Jamur raksasa ini mampu bertahan hingga nyaris sebulan.

Menurut Sastrodiarjo yang ditemui di rumahnya, Senin (3/12/2012), jamur tersebut mulai tumbuh pada 1 Muharram lalu. Awalnya, hanya terlihat seperti sungut bekicot yang sangat kecil. Namun, setelah beberapa hari, ukurannya bertambah besar, sehingga bentuknya jamurnya semakin jelas.

“Saat mulai tumbuh ukurannya sangat kecil. awalnya mirip sungut bekicot,” ujar Sastrodiarjo.

Mengetahui tanaman aneh yang tumbuh di samping rumahnya merupakan jamur, Sastrodiarjo membiarkannya terus tumbuh. Setelah berumur 24 hari, kabar mengenai jamur raksasa ini didengar warga sekitar. Karena penasaran, warga akhirnya banyak yang berdatangan untuk melihat langsung jamur raksasa tersebut.

“Saya biarkan saja, tahu-tahu sudah besar. Kalau pagi hari pas terkena sinar matahari, jamurnya mengeluarkan gas dan asap. Namun, tidak beracun, karena selama ini kami sekeluarga tidak keracunan,” jelasnya.

Jamur berukuran raksasa ini, menurut Sastrodiarjo, baru pertama kali ia jumpai. Biasanya, jamur yang ia temui berukuran kecil, dan hanya mampu bertahan dalam hitungan hari.

”Ini jamur ajaib. Kalau jamur pada umumnya hanya bisa bertahan dalam hitungan hari, tapi jamur ini bisa bertahan hingga 24 hari dan masih tetap segar,” tuturnya.

Watinem(50), istri Sastrodiarjo menambahkan, jika ada orang yang hendak membeli jamur raksasa yang tumbuh di pekarangan rumahnya, ia akan menjualnya, asalkan harganya cocok. Namun selama tidak ada orang yang menawar, jamurnya akan dibiarkan tumbuh.

“Kalau ada yang menawar dan harganya cocok, saya mau menjualnya,” ucap Watinem. (Tribun Jogja)
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
250553 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas