Soemono Minta Pugar Patung Soekarno
Soemono (66) meminta agar patung Presiden RI I Soekarno, yang berada di RSUD
Tayang:
Laporan Wartawan Bangka Pos Gilang Puspita
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Soemono (66) meminta agar patung Presiden RI I Soekarno, yang berada di RSUD Provinsi Babel segera dipugar. Menurut dia, patung tersebut sama sekali tidak mirip wajah bapak proklamator Indonesia.
Soemono yang mengaku sebagai Satgas PDIP dan aktif bersepeda ontel mengelilingi Indonesia, melihat masalah ini adalah suatu penyimpangan.
"Siapapun yang membuat patung tersebut, pemerintah ataupun pihak yayasan segeralah untuk memugar patung tersebut. Beliau (Soekarno, red) itu adalah proklamator, bisa nangis Ibu Mega kalau melihat patung tersebut," kata Soemono saat mengunjungi Kantor Redaksi BANGKA POS, Senin (10/12/2012).
"Di Blitar juga ada patung Soekarno, dibuat dengan baik. Kenapa Babel tidak menyewa saja pematung dari sana," katanya.
"Nanti saja ya, sedang rapat sekarang," kata Hendra.
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Soemono (66) meminta agar patung Presiden RI I Soekarno, yang berada di RSUD Provinsi Babel segera dipugar. Menurut dia, patung tersebut sama sekali tidak mirip wajah bapak proklamator Indonesia.
Soemono yang mengaku sebagai Satgas PDIP dan aktif bersepeda ontel mengelilingi Indonesia, melihat masalah ini adalah suatu penyimpangan.
"Siapapun yang membuat patung tersebut, pemerintah ataupun pihak yayasan segeralah untuk memugar patung tersebut. Beliau (Soekarno, red) itu adalah proklamator, bisa nangis Ibu Mega kalau melihat patung tersebut," kata Soemono saat mengunjungi Kantor Redaksi BANGKA POS, Senin (10/12/2012).
Soemono menganggap Babel seperti tidak bangga dengan bangsa sendiri, di luar negeri saja seperti di Thailand dapat membuat patung lilin Soekarno. Begitu juga patung sejumlah presiden dunia yang berada di Belanda.
"Di Blitar juga ada patung Soekarno, dibuat dengan baik. Kenapa Babel tidak menyewa saja pematung dari sana," katanya.
Padahal menurut Soemono, bila patung tersebut dibuat dengan baik dapat menjadi daya tarik Babel. Membuat pariwisata akan lebih berkembang dengan banyaknya wisatawan yang datang untuk melihat patung tersebut.
"Ini suatu yang mubazir kalau dibuat seperti itu, sama sekali dengan sia-sia," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Babel, Hendra Kusuma Jaya telah diupayakan bangkapos.com, untuk mengonfirmasi hal ini. Namun, saat dihubungi melalui telepon pribadinya, dia mengatakan sedang rapat dengan DPRD Babel.
"Nanti saja ya, sedang rapat sekarang," kata Hendra.