A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Video Porno Mengguncang Koba - Bangka Pos
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Bangka Pos

Video Porno Mengguncang Koba

Senin, 7 Januari 2013 10:51 WIB
SEMINGGU ini video porno mengguncang Koba Kabupaten Bangka Tegah. Aksi hubungan terlarang antara Th (20) dengan Ek (15) menjadi topik hangat, tidak saja bagi masyarakat Koba, melainkan sebagian besar masyarakat Bangka Belitung. Bahkan tidak sedikit masyarakat luar juga menikmati “kabar panas” dari Koba ini.

Berbagai kalangan juga menyayangkan  wanita “pemeran” dalam video porno tersebut masih usia sekolah. Kondisi inilah yang membuat kita miris. Seorang ABG yang mestinya “bergelut” dengan pelajaran dan buku sekolah, ternyata harus tergoda ikut menikmati permainan terlarang dengan seorang pria yang sudah berpengalaman. Tidak bisa dielakkan, kali ini dunia pendidikan di Koba dan Bangka Belitung secara umum ternoda.

Dengan kejadian ini, semua pihak harus melakukan evaluasi. Sebab tidak menutup  kemungkinan aksi “terlarang” ini tidak hanya menimpa Ek. Bisa jadi di Babel ini sudah banyak aktivitas terlarang tersebut. Hanya saja tidak direkam, sehingga aib dan kelakukan para remaja ataupun pelajar tersebut tidak muncul ke permukaan.

Kasus menyebarnya video porno Ek ini telah menunjukan kepada kita semua bahwa betapa pergaulan remaja termasuk para pelajar kita semakin hari makin mengerikan. Perkara seks yang semestinya baru mereka dapatkan secara teori melalui pelajaran Biologi di sekolah, kini mulai banyak dipraktekan secara langsung di pinggir kolong, di kamar kost, di hutan-hutan ataupun di pantai-pantai. Karena belum ketahuan saja, sehingga aksi bejat mereka ini berjalan mulus.Tidak terlihat rasa takut, rasa khawatir dan malu, semua seolah terjadi biasa saja. Pergaulan bebas para remaja dan pelajar memang sudah memberikan warna merah kepada kita semua.

Selain kendali orang tua di rumah yang harus ditingkatkan terhadap aktivitas remaja, dunia pendidikan kita juga harus reintrospeksi diri. Bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dengan tingginya nilai kelulusan saja. Namun, bagusnya akhlak harus menjadi standar utama kesuksesan pendidikan.

Peran agama dalam dunia pendidikan yang semakin diminimalisir menjadikan mental dan akhlak pelajar semakin rusak. Akibatnya, para pelajar tak lagi memperhatikan nilai-nilai keimanan dalam berbuat. Semangat materialistisme dalam kehidupan menjadikan dunia pendidikan mengarahkan para peserta didik untuk mendapatkan kesejahteraan materi sebaik-baiknya. Sementara agama yang dianggap tidak membantu untuk meraihnya semakin dikesampingkan.

Aparat kepolisian harus melakukan penyelidikan terhadap kasus video porno ini. Tidak saja harus menangkap pelaku penyebaran, polisi juga harus memproses para aktor dan aktris video porno tersebut.

Setidaknya perbuatan kedua insan ini telah melanggar norma susila. Dan perbuatan mereka ini juga telah meresahkan masyarakat Koba dan Bangka Belitung secara umum, termasuk telah menciderai dunia pendidikan. Proses hukum diperlukan untuk memberikan efek jera kepada seluruh masyarakat, agar tidak coba-coba menjadikan aktivitas haram ini sebagai permainan.

Kepada semua pihak hendaknya bersedia memberikan perhatian ekstra terhadap masalah ini. Para orang tua yang paling dekat dengan kehidupan anak-anak, harus betul-betul memberikan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka di rumah ataupun di lingkungan sekitar.

Sementara sekolah juga harus lebih banyak lagi memberikan perhatian kepada murid-murid. Jangan hanya materi pelajaran yang terus dikejar untuk dituntaskan, namun hubungan psikologi antar guru dan murid juga perlu diperbaiki. Karenanya bagi seorang pelajar, guru adalah segalanya. Guru tidak saja dihormati karena kepintaran dan kepiawaiannya mentransfer ilmu kepada murid, namun kata dan tauladan juga akan memberikan energi positif kepada para siswanya.  

Dengan terbentuknya sinergi positif antara guru dan siswa, diharapkan guru akan mudah mentransfer ketauladan, budi pekerti dan akhlak. Sekolah juga harus memberikan ruang seluas mungkin bagi siswa untuk berkreasi positif, melalui bimbingan dan tuntutan yang terpola dan berkelanjutan, sehingga waktu para pelajar untuk berkreasi negatif semakin sempit. (*)
Editor: dedypurwadi
Sumber: bangkapos.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
298524 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas