Trik Berkendara Saat Hujan
Musim hujan masih berlangsung. Para pengendara mobil harus ekstra hati-hati ketika berkendara di saat hujan.
Yang lebih penting adalah bagaimana mengondisikan agar kita bisa esktra konsentrasi, caranya buatlah diri nyaman karena kenyamanan akan memberi kepercayaan diri. Kenyamanan dan rasa percaya diri hadir dari persiapan teknis maupun persiapan non-teknis.
Berikut adalah sejumlah saran yang diberikan oleh Duta Safety Driving Indonesia untuk berkendara di kala hujan.
Persiapan Teknis
Saat hujan kita memerlukan visibilitas atau daya pandang yang baik. Visibilitas yang baik dapat dicapai dengan sejumlah hal.
1. Kaca
Kondisi kaca mobil harus dijaga dengan baik, mengingat cuaca dan kondisi di Jakarta yang memudahkan kaca mobil dan bodi menjadi berjamur. Kalau sudah jamuran, Rifat menyarankan untuk jangan coba-coba menggunakan penghilang jamur biasa.
Sebaiknya, saran pemilik Rifat driving school, bawalah ke tempat poles kaca, terutama untuk kaca depan. “Jika kita poles sendiri, risikonya bisa menyebabkan kerusakan pada kaca seperti ‘pecah rambut’ dan menyebabkan kaca menjadi terlihat tidak jernih,” imbuhnya.
2. Wiper
Yang perlu diperhatikan dari wiper bukan hanya sekadar kualitas karetnya, kondisi cuaca juga menentukan umur dari karet wiper itu sendiri. Umur wiper untuk mobil yang biasa di parkir di dalam garasi sudah pasti lebih lama dibandingkan dengan mobil yang biasa diparkir di luar ruangan, yang terekspos teriknya matahari.
Jika sering terekspos terik matahari, karet wiper juga akan mudah menjadi pecah-pecah sehingga tidak dapat menyapu air dengan baik.
3. Air Wiper
Jarang sekali pemilik kendaraan mau mengatur arah semburan air wiper mereka. Rifat menganjurkan untuk menyetel arah semburan air wiper agar tepat jatuh di titik mata pengemudi.
Bagi mereka yang memiliki tipe semprotan air wiper dua titik dan bukan yang bertipe bias, arah semburan air wiper dapat diatur dengan menggunakan peniti atau jarum. Untuk yang memiliki semprotan air wiper bertipe bias sudah tidak perlu disesuaikan.
4. AC
Bila sedang hujan, mudah terjadi embun pada kaca kendaraan, terutama pada kaca samping. Rifat menganjurkan untuk menyesuaikan pendingin udara di suhu 23-25 derajat C saat hujan guna mencegah kaca pada samping kendaraan berembun.
Kaca yang berembun dapat menghambat daya pandang dan bisa membahayakan.
5. Lampu
Ketika berkendara saat hujan di malam hari, arah cahaya lampu depan pada kendaraan perlu diperhatikan. Adalah keliru bila menganggap bahwa semakin tinggi arah cahaya lampu maka akan semakin baik.
Justru, semakin tinggi arah lampu kendaraan maka refleksi cahaya lampu dari air hujan akan semakin menghalangi pandangan. “Arah cahaya lampu idealnya dibuat sejajar dengan kendaraan,” tambah Rifat.
6. Tekanan ban
Selain aspek visibilitas, tekanan udara pada ban perlu diperhatikan. Banyak orang sering kali mengurangi tekanan udara pada ban kendaraan ketika hujan. Tindakan ini, dikatakan Rifat, tidak benar.
Tekanan udara yang ideal untuk ban saat tidak hujan sama dengan ketika hujan. Jika tekanan udara yang ideal pada ban adalah 28–32 psi, maka rentang tekanan ideal pada ban, apa pun cuacanya, tetap seperti itu.
Bila tekanan udara pada ban dikurangi atau ditambah malah akan meningkatkan resiko terjadinya aquaplaning. Aquaplaning adalah kondisi ketika permukaan ban kendaraan tidak menyentuh permukaan lintasan akibat genangan air.
Persiapan Non-Teknis
1. Jangan panik
Satu tips persiapan non-teknis ketika berkendara saat hujan dari Rifat adalah jangan mudah panik. Saat hujan mungkin sekali terjadi banyak kejadian-kejadian yang mengagetkan, dan hal itu dapat menjadi lebih berbahaya kalau reaksi kita juga mengagetkan.
Sering kali kejadian yang dialami tidak mengagetkan. Namun karena panik, reaksinya menjadi mengagetkan, misalnya menginjak rem dua kali lebih dalam.
Kesalahan dan kecelakaan banyak terjadi karena human error. Menurut Rifat, sebelum bereaksi, lebih baik angkat gas terlebih dahulu, baru setelah itu menginjak rem atau belok.
Jika sedang melintasi genangan air atau mengalami aquaplaning pada salah satu ban atau lebih, hindarilah menginjak rem. Lebih baik angkat gas dan biarkan melewati genangan sampai grip pada ban kembali baru menginjak rem.
2. Jaga jarak
Satu saran non-teknis lainnya ketika berkendara di saat hujan adalah menjaga jarak. Jika biasanya ketika kendaraan melaju pada kecepatan 60 KM per jam jarak antar mobil yang disarankan adalah tiga mobil. Jika sedang hujan diusahakan jaraknya lima sampai enam mobil.
Bukan hanya karena reaksi, tetapi karena permukaan yang licin, kendaraan perlu waktu lebih banyak untuk berhenti. (dee)