Rabu, 26 November 2014
Bangka Pos

Ini Alasan Maharani Mengapa Mau Diajak Ahmad Fathonah

Rabu, 6 Februari 2013 06:36 WIB

Ini Alasan Maharani Mengapa Mau Diajak Ahmad Fathonah
Wartakota
Maharani Suciyono saat menggelar konferensi pers di salah satu hotel di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa (5/2/2013) malam.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Maharani Suciyono (19) yang akrab dipanggil Rani, akhirnya menunjukkan diri ke publik, dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa (5/1/2013).

Sehari sebelumnya acara tersebut sempat gagal, karena ibunda Rani, Engkun Kurniasih pingsan.

Rani yang dikawal pengacaranya, Wisnu Wardhana dan sang ayah, Nyok S, datang mengenakan pashmina berwarna merah marun yang menutupi sebagian kepala, serta kedua sisi bahunya.

Bagian depan rambut Rani yang hitam pun dibiarkan menjuntai, menutupi sebagian wajah perempuan berkulit putih.

Kepada wartawan yang datang, Rani menceritakan betapa terganggunya ia dengan segala tudingan tak berdasar, terkait diamankannya bungsu dari dua bersaudara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, bersama Ahmad Fathonah.

KPK menangkap Ahmad yang dikabarkan beristri lima, karena diduga terkait kasus dugaan korupsi impor daging sapi, yang ikut menyeret mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.

Dalam konferensi pers, dijelaskan bagaimana Rani sehari sebelum penahanan, sedang 'kongkow' bersama teman-temannya di sebuah kafe di pusat pertokoan Senayan City, lalu menerima pesan dari Ahmad yang disampaikan melalui seorang pelayan kafe.

Esoknya, di sebuah restoran yang terletak di lantai satu Hotel Le Meridien, Rani dan Ahmad untuk pertama kalinya berjumpa. Di ujung pertemuan, Rani pun diberi uang Rp 10 juta dari Ahmad.

Saat ditanya mengapa ia mau menanggapi ajakan Ahmad, Rani dengan polosnya menjawab bahwa ia hanya berpikir positif, dan menganggap niat Ahmad baik.

"Saya berpikir positif untuk tidak dibilang sombong, masa orang kenalan tidak boleh," ujarnya.

Di pertemuan itu, Ahmad mengaku sebagai seorang pengusaha, dan sama sekali tidak menyinggung partai. Namun, pada wawancara Tribunnews.com dengan Rani pada Jumat (1/2/2013) pekan lalu, Rani menyatakan Ahmad juga mengaku ikut salah satu partai, tanpa menyebutkannya lebih spesifik.

Mengenai uang Rp 10 Juta, Rani mengatakan uang itu menurut Ahmad sebagai hadiah pertemuan, dan sebagai tanda bahwa sang pengusaha berniat serius.

"Kenapa saya menerimanya (uang), saya tidak munafik, siapa yang tidak mau dikasih uang sebanyak itu," jawab Rani.
Editor: edwardi
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas