A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Situs Raja Indragiri Kurang Perhatian - Bangka Pos
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Bangka Pos

Situs Raja Indragiri Kurang Perhatian

Minggu, 24 Februari 2013 00:12 WIB
BANGKAPOS.COM, RENGAT -- Situs dan cagar budaya kota lama perlu mendapatkan perhatian khusus, karena komplek ini merupakan situs bersejarah dengan ratusan makam, di antaranya eks Raja Indragiri.

Kordinator juru pelihara cagar budaya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Batusangkar wilayah kerja Sumbar - Riau dan Kepulauan Riau Saharan di Rengat, Sabtu, menyatakan komplek makam ini perlu dipelihara dan dapat perhatian pemerintah propinsi dan Kabupaten sehingga terlihat rapi serta bersih.

Dikatakannya, Kawasan cagar budaya komplek makam raja-raja Indragiri di Desa Kota Lama Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ini perlu diberdayakan semaksimal mungkin.

Hal itu disebabkan situs yang terletak di atas lahan seluas 16,19 hektare itu belum ditetapkan menjadi cagar budaya milik Inhu. Sementara Cagar Budaya ini merupakan satu-satunya yang masih tertata dengan rapi dan dijadikan masyarakat sebagai tempat wisata serta disekitar komplek terdapat danau yang begitu indah.

Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu perlu membuat suatu Perda khusus tentang pengelolaan komplek ini, agar pengelolaannya dilakukan lebih teratur.

"Minimal Peraturan Bupati (Perbup). Selanjutnya menetapkan bahwa kawasan cagar budaya tersebut adalah menjadi kawasan cagar budaya kabupaten/kota Indragiri Hulu," ujar Saharan.

Selanjutnya, situs itu diusulkan menjadi cagar budaya provinsi serta menjadi cagar budaya nasional. Jika perlu kawasan tersebut dapat diusulkan menjadi world heritage (warisan dunia) sehingga sejarah masa lalu yang terdapat di Kabupaten Inhu dapat terinventarisir dengan benar dan baik.

Diterangkan Saharan, di Makam Kota Lama ini terdapat makam Raja Narasinga II bergelar Paduka Maulana Sri Sultan Alaudin Iskandarsyah Johan Zirullah Fil Alam (Sultan Kerajaan Indragiri ke-4) setelah pusat Kerajaan Indragiri Pematang Tua (Pekan Tua) dipindahkan ke negeri Meduyan (Kota Lama).

"Selain itu juga terdapat makam putranya bernama Usuluddin (Sultan Indragiri Kelima), makam Sultan Kesedangan Indragiri (Ahmad Alam Syaputra) yang diangkat menjadi Raja Ibadah, Makam Datuk Bendahara Raja Usman Fadillah Mangku Bumi Indragiri yang pernah dinobatkan menjadi Sultan Indragiri ke-15," jelasnya.

Terdapat juga  makam Panglima Andi Sumpu Muhammad Jukse Besi, Panglima Narasinga II, Makam Jendral Verdicho Marloce, panglima perang Kerajaan Portugis yang ditawan oleh Raja Narasinga II ketika Perang Daek Lingga (Malaka) merebut Kota Malaka dari kekuasaan Portugis. Selanjutnya, dibawa ke Indragiri hingga wafatnya dan dimakamkan di Kota Lama.

"Artinya nenek moyang orang Malaka dijaga dan dihormati, terpelihara serta dilestarikan keberadaannya di Kota Lama, sesuai ketentuan yang perundang - undangan yang berlaku di Indonesia," ucapnya.
Editor: edwardi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
367054 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas