A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Santunan Tertahan tanpa Surat Kematian - Bangka Pos
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Bangka Pos

Santunan Tertahan tanpa Surat Kematian

Jumat, 8 Maret 2013 21:56 WIB
Santunan Tertahan tanpa Surat Kematian
Tribunnews.com
Ilustrasi
BANGKAPOS.COM, SIANTAR - Keluarga Alm Marpaung satu penumpang yang menjadi korban dalam kecelakaan bus Koperasi Diori di Pondok Bulu Kecamatan Dolok Panribuan mendatangi kantor Asuransi Jasa Raharja Siantar untuk uang asuransi atas meninggalnya Marpaung dalam tragedi nahas yang mengakibatkan 6 siswa Paskibraka tewas ditempat.

Hal ini dikatakan istri alm Marpaung, Delidawati br Hutagalung saat dijumpai di RSU Djasamen Saragih, Jumat (8/3/2013). Ia menyatakan kedatangannya ke rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar untuk meminta surat kematian dari rumah sakit agar ia bisa mengambil asuransi dari asuransi Jasa Raharja sebesar Rp 3,3 juta.

"Namun pihak Jasa Raharja meminta surat kematian dari rumah sakit baru asuransi itu bisa keluar. Makanya kami datang ke sini,"kata Delidawati.

Namun sangat disayangkan, Delidawati tidak bisa meminta surat kematian suaminya karena pihak rumah sakit tidak bisa mengeluarkan karena tidak ada surat permohonan visum dari pihak kepolisian. Ia mengaku, saat ia mengambil jasad suaminya dengan ambulance yang ia dapat dari rumah sakit ternyata meminta bayaran.

"Memang saya dapat ambulance dari rumah sakit ini, namun saya tidak tahu kalau awalnya itu bukan ambulance RSU Djasamen Saragih, makanya pihak ambulance minta bayaran dan sampai sekarang belum saya bayar dan berharap uang dari Jasaraharja untuk membayar ambulance,"katanya.

Terkait masalah ini, Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medis RSU Djasamen Saragih dr Maya menyatakan pihak rumah sakit tidak bisa mengeluarkan surat kematian kalau tidak ada surat permohonan visum dari Polres Simalungun.

"Prosedur untuk mengeluarkan surat kematian harus ada surat permohonan dari pihak kepolisian. Kalau tidak, ya kita tidak berani mengeluarkannya,"katanya saat dijumpai di RSU Djasamen Saragih, Jumat (8/3/2013).

Ia mengaku, kalau sudah ada surat permohonan dari pihak kepolisian, surat kematian bisa dikeluarkan pihak rumah sakit. "Memang sudah begitu prosedurnya dan itu tidak bisa dilanggar," ujarnya.

Editor: emil
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
383734 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas