Jumat, 19 Desember 2014
Bangka Pos

Begal Motor Gentayangan

Selasa, 2 April 2013 21:15 WIB

BANGKAPOS.COM, BANDAR LAMPUNG - Kepolisian Daerah Lampung mengakui tindakan perampasan sepeda motor atau begal di Lampung Utara masih marak.

Para pelakunya mayoritas memiliki senjata api. Dalam lima hari terakhir, setidaknya terjadi tiga kasus pembegalan di wilayah Lampung Utara. Para pelakunya bahkan tidak segan melukai para korbannya dengan senjata api dan senjata tajam.

Begal terus menjadi momok kejahatan di wilayah ini. Rohidayat, warga Lampung Utara, misalnya, ditembak dan motornya dirampas pembegal pada Minggu (31/3/2013) lalu di jalan lintas Sumatera di Abung Selatan.

Lalu, sehari kemudian, giliran Istamar (42), wartawan di Kotabumi, yang ditodong senpi dan motornya dibawa lari pembegal. Kepala Bidang Humas Polda Lampung Ajun Komisaris Besar (Pol) Sulistyaningsih membenarkan, akhir-akhir ini marak laporan dari masyarakat tentang kasus begal.

"Padahal, bulan lalu kami mengadakan operasi sikat dengan jumlah kasus yang diungkap sebanyak 233 dan tersangka 212 orang. Jika sekarang ada laporan lagi, kami tidak akan tinggal diam. Polres setempat melakukan peningkatan kegiatan dengan di-back up dari Polda," ujarnya.

Sulistyaningsih menambahkan, salah satu kendala besar memberantas aksi begal di Lampung Utara adalah persoalan kultur. "Di sana ada pemeo bahwa kalau tidak membegal, tidak jantan.

Untuk itu, selain represif, kami melakukan langkah preemptif dengan mengimbau masyarakat melalui tokoh agama dan masyarakat. Mindseat itu mesti diubah," tuturnya.

Pihaknya juga meminta bantuan dari pihak TNI, yaitu Kodim Lampung Utara, untuk ikut melakukan peningkatan patroli bersama aparat Polres setempat guna meminimalisir terjadinya kasus begal ke depannya.
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas