Senin, 24 November 2014
Bangka Pos

Ceng Beng, Berbagi Kebahagian dengan Leluhur

Rabu, 3 April 2013 19:40 WIB

Laporan Wartawan Bangka Pos, Gilang Puspita

BANGKAPOS.COM, BANGKA
- Ceng Beng terus diperingati warga Tionghoa setiap tahun. Ceng Beng merupakan bentuk bakti seorang manusia kepada nenek moyang mereka.

Perayaan Ceng Beng diperingati dengan tradisi berziarah ke makam keluarha dan nenek moyang. Di sana warga Tionghoa membersihkan kuburan leluhur mereka dengan membawa berbagai sesaji.

Tokoh Agama Konghucu Pangkalpinang, Halim Susanto mengatakan pembawaan sesaji seperti bunga, makanan, uang kertas, hingga replika kebutuhan duniawi dilakukan agar leluhur dapat menerima barang-barang tersebut. Sehingga walaupun telah berada di akhirat, mereka tetap dapat merasakan hal yang sama seperti di dunia.

"Biasanya para peziarah tidak hanya membawa makanan, namun juga barang-barang kebutuhan di dunia seperti rumah, televisi, baju , uang  kertas dipersembahkan ke makam. Dengan harapan barang-barang tersebut akan diterima oleh nenek moyang mereka di alamnya," kata Halim kepada Bangkapos.com, Rabu (3/4/2013).

Halim menjelaskan, perayaan Ceng Beng jatuh pada hari ke-104 setelah titik balik matahari di musim dingin. Dalam kalender Masehi, Ceng Beng biasa dirayakan pada tanggal 5 April. Namun pada tahun kabisat yakni tahun 2013 ini, perayaan Ceng Beng jatuh pada tanggal 4 April.

"Biasanya warga Tionghoa sudah mulai datang ke makam membersihkan dan berziarah mulai dari seminggu sebelum puncak perayaan ini," ujarnya.
Editor: fitriadi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas