PPM Tolak KIP dan TI Apung Toboali
Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Basel Wiwid menegaskan, keberadaan Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Toboali tidak memberikan
Penulis: Iwan Satriawan |
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Basel Wiwid menegaskan, keberadaan Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Toboali tidak memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, seperti penyerapan tenaga kerja. Akibat kerusakan lingkungan yang di operasikan kapal isap sudah jelas dan tentunya akan berdampak pada penurunan ekonomi bagi nelayan pesisir Toboali.
"Dampak lingkungan yang diakibatkan kapal isap sulit untuk diprediksi sampai kapan bisa pulih. Jadi kami sangat menolak keras apabila kapal isap masuk diperairan Toboali dan sekitarnya, jangan sampai terjadi gejolak dimasyarakat karena saat ini masyarakat sudah terang-terangan menentang masuknya kapal isap itu," tegas Wiwid, kepada bangkapos.com, Kamis (4/4/2013).
Ia menegaskan, dengan adanya aktivitas TI apung yang ada selama ini saja masyarakat pesisir sudah merasakan dampak ekonomi maupun sosial.
"Kami ingin laut kami bersih dari aktifitas TI apung dan kapal isap. Jangan diobok-obok daerah kami hanya untuk kepentingan sesaat,karena pengalaman dari daerah lain, Kapal isap ini hanya mendatangkan mudharot," ucapnya.