Rabu, 10 Juni 2026

Setiap Minggu Bunga Rutin Digauli Bapaknya

Selamat Heriadi diciduk polisi, lantaran memperkosa anak kandungnya sendiri hingga berkali-kali.

Tayang:
Editor: fitriadi
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison

BANGKAPOS.COM, PRABUMULIH – Selamat Heriadi bin Warjak (36), warga Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Sumsel, diciduk polisi, lantaran memperkosa anak kandungnya hingga berkali-kali.

Perbuatan Selamat memang sangat biadab. Bagaimana tidak, dia tega menggauli anak gadisnya sendiri bernama Bunga (16), sejak anaknya itu duduk di bangku kelas 1 SMP. Saat ini Bunga sudah kelas 1 SMA di Prabumulih, dan sudah berkali-kali pula ia diperkosa sang ayah. Bahkan Bunga telah dua kali melahirkan anak hasil perbuatan terlarang dengan ayahnya itu.

Ketika anak pertama korban lahir di salah satu bidan di kawasan Kecamatan Prabumulih Timur, pelaku meminta anak tersebut diadopsikan ke orang lain, dengan alasan menghindari jika sang anak tersebut nantinya menanyakan siapa ayahnya.

Usai melahirkan anak dan dalam keadaan telah pulih, pelaku berniat mencari pekerjaan di Jambi, dan mengajak Bunga ikut serta, dengan alasan pindah sekolah, agar tidak malu dengan teman-teman di sekolah lama di Prabumulih.

Akhirnya korban dan pelaku berangkat ke Jambi, tepatnya ke Muara Bungo. Di sana anak dan ayah ini tinggal layaknya suami istri. Ketika Bunga pulang sekolah, ia harus memasakkan sang ayah, dan ketika malam harus melayani nafsu bejat ayah kandungnya itu.

Ketika di Jambi, saat Bunga kelas III SMP tahun 2010, korban kembali hamil. Ketika itu pihak sekolah tidak mengetahui kehamilan Bunga, disebabkan ditutupi menggunakan korset. Bunga kembali melahirkan anak kedua dari benih ayah kandungnya tersebut, namun saat lahir bayi tersebut meninggal dunia.

Setelah kejadian tersebut, pelaku rutin setiap satu minggu sekali meminta jatah dari putri sulungnya tersebut. Perbuatan bejat tersebut terus berlangsung, hingga keduanya kembali ke Prabumulih, dan tinggal bersama ibu dan adik-adik korban. Kejadian terakhir dilakukan pelaku pada Jumat (5/4/2013) sekitar pukul 03.00.

Merasa tidak tahan dengan perlakuan yang telah terjadi selama kurun waktu tiga tahun tersebut, Bunga curhat dengan guru di SMA tempatnya sekolah dan kemudian bersama sang guru dan kerabatnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Di hadapan Petugas, Selamat awal tidak mau mengakui perbuatannya. Namun setelah didesak, ia mengaku melakukan hal itu karena khilaf, dan selanjutnya dilakukan atas dasar suka sama suka.

“Iyo pak, saya melakukannya, pertama dilakukan di rumah, sudah dua kali melahirkan. Pertama diadopsi orang Palembang, dan kedua meninggal di Jambi. Kami melakukan karena suka sama suka,” ujar Selamat ketika diinterogasi petugas.

Menurut Selamat, perbuatan keji itu dilakukannya karena tidak tahan melihat kemolekan tubuh anaknya yang semakin hari semakin seksi, dan dengan tubuh putih tersebut. “Saya melihat dia nggak tahan,” jelasnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Yerri Oskag SIK melalui Kasat Reskrim AKP Khalid Zulkarnain SIK ketika dikonfirmasi membenarkan telah menangkap seorang ayah yang melakukan pemerkosaan terhadap anak kandungnya tersebut.

“Saat ini pelaku telah kami amankan, dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan. Pelaku akan kita jerat sesuai dengan pasal yang berlaku,” tegasnya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved