Wisata Selam Semakin Diminati
Wisata selam semakin diminati mengingat bawah laut Indonesia yang sangat cantik.
"Saat diving itu yang penting motonya nggak boleh panik," kata Salma, pemilik Nursinggih Diving Team (NDT) Diving Club, di JCC, Kamis (4/4/2013).
Ia pun mengungkapkan yang terpenting adalah keberanian dalam menyelam. Masalah berat badan dan usia tak menjadi persoalan, kecuali untuk anak-anak di bawah 10 tahun belum bisa untuk diajak menyelam.
"Kalau untuk pemula biasanya perlu adaptasi terhadap air. Empat atau lima kali pertemuan di kolam baru dilepas ke laut," katanya.
Salma pun berencana mendirikan Museum Diving Indonesia, karena banyaknya peralatan selam yang dimilikinya. Sebagian ialah milik ayahnya, Nursinggih, yang merupakan salah satu instruktur selam pertama di Indonesia.
"Idenya karena kita punya macam-macam peralatan selam yang sudah cukup tua, lalu kita bermaksud untuk memamerkan koleksi-koleksi tersebut," paparnya.
Selain itu, dalam pameran ini pun tersedia segala kelengkapan menyelam. Mulai dari baju selam, kaca mata selam, kaki katak, hingga tabung oksigen yang biasa digunakan untuk menyelam.
"Kalau baju itu bentuknya beda laki-laki sama perempuan, kalau perempuan lebih ada lekukannya ya. Harganya juga beda-beda tergantung ketebalan sama seratnya," ujar Wulan, salah satu penyelam Divemaster Indonesia.
"Peralatan selam yang enak cari yang pas saja di muka, di badan juga. Baju, ada juga yang celana pendek tapi biasanya buat perempuan yang full badan soalnya kan takut belang," katanya.