A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Mayjend Hardiono : Semua Tanggung Jawab Saya - Bangka Pos
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Bangka Pos

Mayjend Hardiono : Semua Tanggung Jawab Saya

Selasa, 9 April 2013 11:21 WIB
Mayjend Hardiono : Semua Tanggung Jawab Saya
Kompas.com
Mantan Pangdam IV Diponegoro Mayjen Hardiono Saroso (baju coklat), saat mengikuti acara olahraga bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Selasa (9/4/2013).

BANGKAPOS.COM, JAKARTA — Mantan Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan, Sleman, DI Yogyakarta, yang diduga melibatkan para mantan prajuritnya.

"Semua yang terjadi itu tanggung jawab saya," kata Hardiono seusai acara olahraga bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Selasa (9/4/2013).

Hardiono mengatakan, setelah terungkap adanya keterlibatan anggota TNI, ia langsung melapor kepada Kepala Staf TNI AD Jenderal Pramono Edhie Wibowo bahwa peristiwa di Lapas Cebongan adalah tanggung jawabnya. Ia pun kemudian evaluasi.

Hardiono menyebutkan, pergantian dirinya merupakan hal biasa. Setelah serah terima jabatan Senin kemarin, kini ia menjadi staf Kepala Staf TNI AD.

"Saya jabatannya cepat-cepat kok, 7 bulan, 9 bulan. Sekarang agak lamaan nih (Pangdam Diponegoro), sembilan bulan," ucapnya.

Seperti diberitakan, tak lama setelah penyerangan Lapas, Hardiono langsung membantah ada keterlibatan prajuritnya dalam peristiwa tersebut. Padahal, saat itu baru dilakukan penyelidikan awal.

"Bukan dari prajurit TNI, tidak ada prajurit yang terlibat. Saya bertanggung jawab penuh sebagai Pangdam IV/Diponegoro," katanya.

Belakangan, kepada tim investigasi TNI AD, sebanyak 11 anggota Grup II Komando Pasukan Khusus Kartasura, Jawa Tengah, mengaku melakukan penyerangan. Salah satu di antara mereka sebagai eksekutor empat tahanan.

Penyerangan itu disebut berlatar belakang jiwa korsa yang kuat terkait pembunuhan Serka Santoso di Hugo's Cafe. Empat tersangka pembunuhan Santoso yang kemudian ditembak mati yakni Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait.
Editor: edwardi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas