Listrik Belitung Terancam Padam Total
Masyarakat Belitung terancam tanpa listrik sepanjang Minggu (21/4/2013) pagi hingga malam hari.
Tayang:
Editor:
edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Al Adhi Setyanto
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Masyarakat Belitung terancam tanpa listrik sepanjang Minggu (21/4/2013) pagi hingga malam hari. Hal ini disebabkan keterlambatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) penyuplai mesin pembangkit di PLTD Pilang, Tanjungpandan. Kapal transportir PT Advolina yang merupakan anggota Hiswanamigas yang dijadwalkan sampai ke Tanjungpandan pada Kamis (18/4/2013) lalu tak kunjung tiba.
Kapal yang membawa BBM sebanyak 1.750 ton dari Depo Pertamina Plaju, Palembang ke Tanjungpandan melakukan perbaikan karena lambung bocor (doking) dan antrian loading BBM di Pertamina. Sedangkan sisa BBM di Tanjungpandan tinggal 20 ton per Sabtu (20/4/2013) pukul 15.00 WIB.
Hal ini menyebabkan adanya pemadaman total pada hari Minggu (21/4/2013) pagi sekitar pukul 9.00 WIB hingga Senin (22/4/2013) dini hari. Padamnya listrik secara total tentu saja membuat aktivitas masyarakat di Pulau Belitung secara keseluruhan. PT PLN melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi adanya pemadaman total ini.
Manager PT PLN (Persero) Cabang Tanjungpandan, Sutarno mengatakan dalam dua hari terakhir pihaknya telah melakukan upaya agar mendapatkan BBM pengganti dari pihak swasta maupun mitra PLN. Hal ini untuk menghindari pemadaman listrik secara total. Namun BBM tersebut hanya bisa bertahan hingga hari ini pukul 9.00 WIB.
"Kami mendapat informasi pada tanggal 17 lalu, PLTD sekarang dibawah koordinasi sektor bukan unit lagi. Jadi koordinasinya ke sektor. Untuk mengantisipasi pasokan BBM PLN telah melakukan pendekatan dan bantuan kepada mitra serta swasta (PT Hatika, PT Astika dan Pertamina
di Jober-red)," ungkap Sutarno kepada bangkapos.com, Sabtu (20/4/2013) malam.
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Masyarakat Belitung terancam tanpa listrik sepanjang Minggu (21/4/2013) pagi hingga malam hari. Hal ini disebabkan keterlambatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) penyuplai mesin pembangkit di PLTD Pilang, Tanjungpandan. Kapal transportir PT Advolina yang merupakan anggota Hiswanamigas yang dijadwalkan sampai ke Tanjungpandan pada Kamis (18/4/2013) lalu tak kunjung tiba.
Kapal yang membawa BBM sebanyak 1.750 ton dari Depo Pertamina Plaju, Palembang ke Tanjungpandan melakukan perbaikan karena lambung bocor (doking) dan antrian loading BBM di Pertamina. Sedangkan sisa BBM di Tanjungpandan tinggal 20 ton per Sabtu (20/4/2013) pukul 15.00 WIB.
Hal ini menyebabkan adanya pemadaman total pada hari Minggu (21/4/2013) pagi sekitar pukul 9.00 WIB hingga Senin (22/4/2013) dini hari. Padamnya listrik secara total tentu saja membuat aktivitas masyarakat di Pulau Belitung secara keseluruhan. PT PLN melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi adanya pemadaman total ini.
Manager PT PLN (Persero) Cabang Tanjungpandan, Sutarno mengatakan dalam dua hari terakhir pihaknya telah melakukan upaya agar mendapatkan BBM pengganti dari pihak swasta maupun mitra PLN. Hal ini untuk menghindari pemadaman listrik secara total. Namun BBM tersebut hanya bisa bertahan hingga hari ini pukul 9.00 WIB.
"Kami mendapat informasi pada tanggal 17 lalu, PLTD sekarang dibawah koordinasi sektor bukan unit lagi. Jadi koordinasinya ke sektor. Untuk mengantisipasi pasokan BBM PLN telah melakukan pendekatan dan bantuan kepada mitra serta swasta (PT Hatika, PT Astika dan Pertamina
di Jober-red)," ungkap Sutarno kepada bangkapos.com, Sabtu (20/4/2013) malam.