Sepasang Muda-mudi Tertangkap Ngamar
Enam pelajar diamankan Satpol PP Kabupaten Belitung karena menghisap aroma lem aica aibon.
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Enam pelajar yang terdiri dari dua pelajar sekolah dasar (SD) dan empat pelajar sekolah menengah umum (SMU) diamankan Satpol PP Kabupaten Belitung karena menghisap aroma lem di dua tempat berbeda, Rabu (24/4/2013) malam dan Kamis (25/4/2013) siang.
Dalam penertiban ini, petugas juga mengamankan sepasang muda-mudi diduga berbuat mesum di kosan Desa Aik Pelempang Tanjungpandan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Belitung Alkar mengaku prihatin atas aktivitas anak-anak ini. Apalagi yang terlibat ada anak-anak dibawah usia 17 tahun.
Penertiban dimulai saat petugas Satpol PP menggelar patroli wilayah, Rabu (24/4/2013) sore. Di kawasan wisata pantai Tanjungpendam, tim melihat dua anak kecil sedang duduk di dekat pepohonan. Tim mendekat dan mendapati keduanya sedang membawa aibon.
"Sebenarnya sudah banyak keluhan. Namun baru itu kita lihat. Menurut keterangan mereka, biasanya ada banyak anak-anak menghisap aroma lem aica aibon," ungkap Alkar kepada Bangkapos.com, Kamis (25/4/2013).
Saat ditanya, kedua anak ini mengaku baru pertama kali mencium aroma lem. "Kata mereka demikian. Tapi kita tetap prihatin. Bagaimana generasi kita ke depan," ujar Alkar.
Selanjutnya, Satpol PP mendapatkan laporan adanya aktivitas kumpul-kumpul muda-mudi menghisap aroma lem di sebuah rumah kosong tidak jauh dari lapangan bola Kelurahan Parit Tanjungpandan.
"Saat kita datangi tadi siang (kemarin, red), ada empat pelajar ini. Mereka mengakui ada banyak biasanya," ungkap Alkar.
Semua pelajar ini sudah dikembalikan ke keluarganya masing-masing.
"Kita buatkan pernyataan, pembinaan dan kita kembalikan. Banyak dari orangtua mereka yang terharu dan menangis kecewa pada prilaku anak mereka," papar Alkar.
Sementara itu, sepasang muda-mudi diamankan petugas karena kedapatan berada di dalam kamar, dalam kondisi yang tidak layak. Apalagi, keduanya bukan suami istri.
"Kita sudah ingatkan. Namun mereka membandel, lalu kita amankan. Mereka ada di dalam kamar. Kita minta orangtua mereka menjemputnya," sebut Alkar.