Selasa, 9 Juni 2026

Petani Sawit Kesulitan Modal

Petani sawit mandiri di Desa Tanjung Kelumpang terkendala permodalan.

Tayang:
Editor: fitriadi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Sasmita

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Petani sawit mandiri di Desa Tanjung Kelumpang, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur terkendala permodalan untuk mengembangkan usahanya.

"Padahal, usaha sawit mandiri cukup bagus dengan banyaknya orang yang beralih dari sektor usaha lain ke tanaman sawit di daerah kami. Namun kami melihat belum ada produk perbankan yang sesuai untuk pembangunan kebun kelapa sawit," ungkap Eldi Sudianto, Ketua Koperasi Bumi Makmur (sawit mandiri) kepada Bangkapos.com di sela- sela acara acara Sosialisasi Dukungan Informasi Penyedia Permodalan di Andini Resto, Kamis (25/4/2013).

Ia mengatakan, dalam satu hektare petani sawit mandiri setidaknya membutuhkan modal Rp 40 juta sehingga untuk mengembangkan usahanya dengan menambah lahan petani masih kurang mampu.

"Padahal, setiap dua tahun petani swit mandiri melakukan penambahan luas lahan untuk kemudian panen pada tahun ke 3 atau ke 4 meski tergantung perawatannya," jelas Eldi.

Eldi menuturkan, kalau umur sawit sudah menghasilkan maka tentu perlu pupuk yang terkadang petani belum mampu membelinya karena harga pupul sekarang yang lumayan memberatkan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved