Seorang Mahasiswa Tewas Tergantung
SAH (23), seorang mahasiswa nekat mengakhiri hidupnya dengan
BANGKAPOS.COM, JOMBANG - SAH (23), seorang mahasiswa nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumah pamannya, Baidowi, Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang Kota, Kamis (25/4/2013).
Saat kejadian, kondisi rumah memang sedang sepi. Sebab, seluruh keluarganya melakukan ziarah ke makam KH Abdurraham Wahid (Gus Dur) di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng.
"Kami sudah melakukan visum. Meninggalnya korban murni karena gantung diri,” kata Kabag Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo.
Sugeng Widodo menjelaskan, Sulton sebenarnya warga Dusun Kamal Desa/Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri.
Selama di Kediri, dia sering stres. Karena itu oleh orangtuanya, dititipkan di rumah pamannya, Baidowi.
Selama di Jombang, SAH kuliah di sebuah peguruan tinggi swasta di Jombang.
Keluarga sendiri tidak menyangka jika akhirnya Sulton nekat bunuh diri. Karena sebelumnya SAH sempat berbincang dengan pamannya.
Setelah itu, Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB, Baidowi berpamitan hendak berziarah ke makam Gus Dur.
Selanjutnya, Sulton masuk kamar untuk tidur, begitu juga dengan Hidayati, istri Baidowi. Sekitar pukul 00.30 WIB, Hidayati terjaga dari tidurnya, dan keluar kamar.
Saat itulah ia melihat lampu di kamar SAH masih menyala terang-benderang.
Padahal biasanya, lamput selalu dimatikan ketika korban tidur. Karena penasaran, istri Baidowi mengintip ke kamar tersebut.
Dia kaget melihat jasad SAH menggelantung di blandar kamar.
Hidayati mmenjerit, berteriak minta tolong. Warga pun berhamburan menuju sumber suara di pagi buta itu. Setelah mengetahui ada kemenakannya menggantung.