Kasus Penganiayaan
Hen Didor Polisi
Sulaiman alias Hen diduga melakukan penganiayaan terhadap Agusetiawan Pansul (60), pemilik
BANGKAPOS.COM,
BELITUNG -- Sulaiman alias Hen diduga melakukan penganiayaan terhadap
Agusetiawan Pansul (60), pemilik penginapan dan tempat hiburan malam di
Desa Padang,
Kecamatan Manggar, diringkus petugas Satreskrim Polres Beltim, di lokasi
tambang timah di wilayah Kecamatan Damar, Selasa (30/4/2013) malam.
Penganiayaan dialami Agusetiawan, akrab disapa Agus Mudong, diduga dilakukan oleh Hen yang juga adik angkat korban ini, terjadi pada Sabtu (13/4) silam, saat Agus hendak menunaikan shalat subuh di kamar tempat kediamannya. Agus mengalami luka bekas sayatan dengan 100 jahitan, luka memar di beberapa bagian tubuhnya karena bekas pukulan.
Penangkapan Hen setelah petugas menerima informasi dari warga, terhadap
keberadaannya yang kabur sejak kejadian saat itu. Petugas melakukan
penyelidikan hingga menemukan sebuah pondok
dibekas lokasi tambang, yang menjadi tempat tinggal Hen.
Kasat Reskrim Polres Beltim AKP Chuck Putranto seizin Kapolres Beltim
AKBP Edison mengatakan, terungkap keberadaan pelaku setelah ada
informasi dari masyarakat, langsung dilakukan
penyelidikan keberadaan pelaku maupun tempat tinggal pelaku dilokasi bekas tambang.
"Pelaku kami lumpuhkan dengan tembakan, karena mengancam keselamatan
anggota saat penangkapan. Pelaku saat itu memiliki senjata tajam.
Setelah kami berikan tembakan peringatan,
tapi tidak diindahkannya," ungkap Chuck kepada bangkapos.com, saat berada di RSUD Beltim, Selasa (30/4) malam.
Dari hasil pengembangan terhadap pelaku, lanjut Chuck, diketahui pelaku
tidak hanya diduga melakukan penganiayaan terhadap korban Agus. Namun
juga diduga melakukan pencurian sepeda
motor berdasarkan laporan polisi yang ada di Polsek Manggar.
"Masih kami kembangkan lagi, selain pelaku didugaan melakukan
penganiayaan, juga diduga mencuri sepeda motor yang sudah berlangsung
lama. Terungkap keberadaan pelaku, setelah ada informasi
dari masyarakat yang langsung kami tindak lanjuti," tutur Chuck.