Selasa, 9 Juni 2026

Kasus Penganiayaan

Hen Didor Polisi

Sulaiman alias Hen diduga melakukan penganiayaan terhadap Agusetiawan Pansul (60), pemilik

Tayang:
Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos Rusmiadi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Sulaiman alias Hen diduga melakukan penganiayaan terhadap Agusetiawan Pansul (60), pemilik penginapan dan tempat hiburan malam di Desa Padang,
Kecamatan Manggar, diringkus petugas Satreskrim Polres Beltim, di lokasi tambang timah di wilayah Kecamatan Damar, Selasa (30/4/2013) malam.

Penganiayaan dialami Agusetiawan, akrab disapa Agus Mudong, diduga dilakukan oleh Hen yang juga adik angkat korban ini, terjadi pada Sabtu (13/4) silam, saat Agus hendak menunaikan shalat subuh di kamar tempat kediamannya. Agus mengalami luka bekas sayatan dengan 100 jahitan, luka memar di beberapa bagian tubuhnya karena bekas pukulan.

Penangkapan Hen setelah petugas menerima informasi dari warga, terhadap keberadaannya yang kabur sejak kejadian saat itu. Petugas melakukan penyelidikan hingga menemukan sebuah pondok
dibekas lokasi tambang, yang menjadi tempat tinggal Hen.

Kasat Reskrim Polres Beltim AKP Chuck Putranto seizin Kapolres Beltim AKBP Edison mengatakan, terungkap keberadaan pelaku setelah ada informasi dari masyarakat, langsung dilakukan
penyelidikan keberadaan pelaku maupun tempat tinggal pelaku dilokasi bekas tambang.

"Pelaku kami lumpuhkan dengan tembakan, karena mengancam keselamatan anggota saat penangkapan. Pelaku saat itu memiliki senjata tajam. Setelah kami berikan tembakan peringatan,
tapi tidak diindahkannya," ungkap Chuck kepada bangkapos.com, saat berada di RSUD Beltim, Selasa (30/4) malam.

Dari hasil pengembangan terhadap pelaku, lanjut Chuck, diketahui pelaku tidak hanya diduga melakukan penganiayaan terhadap korban Agus. Namun juga diduga melakukan pencurian sepeda
motor berdasarkan laporan polisi yang ada di Polsek Manggar.

"Masih kami kembangkan lagi, selain pelaku didugaan melakukan penganiayaan, juga diduga mencuri sepeda motor yang sudah berlangsung lama. Terungkap keberadaan pelaku, setelah ada informasi
dari masyarakat yang langsung kami tindak lanjuti," tutur Chuck.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved