Kamis, 18 Desember 2014
Bangka Pos

Agrowisata Bukit Pangkuan Mulai Ramai Dikunjungi

Minggu, 5 Mei 2013 22:19 WIB

Agrowisata Bukit Pangkuan Mulai Ramai Dikunjungi
bangkapos.com/wahyu k
Dua orang anak berfoto usai mencoba Flying Fox Agrowisata Bukit Pangkuan
Laporan wartawan Pos Belitung Wahyu K

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -
Agrowisata Bukit Pangkuan, Desa Mentawak, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kini mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Ratusan pengunjung setidaknya mengunjungi obyek wisata alam ini setiap akhir pekan.

Pantauan Pos Belitung (bangkapos.com), Minggu (5/5/2013), ratusan pengujung silih berganti datang ke obyek wisata Bukit Pangkuan. Kebanyakan dari mereka adalah remaja, anak-anak dan orangtua.

Daya tarik obyek wisata ini adalah permainan flying fox, high rope, dan motor ATV. Keberadaan tiga permainan itu membuat para pengunjung rela mengantre.

Penggagas Agrowisata Bukit Pangkuan H.Usmandie Andeska mengatakan, panjang flying fox mencapai 205 meter dengan rata-rata ketinggian 28 meter. Permainan ini bisa digunakan oleh dua orang sekaligus dengan waktu tempuh kurang lebihb satu menit.

"Sudah ramai sejak tiga minggu terakhir, sebenarnya kita belum buka ini secara resmi, tapi pengunjung sudah pada datang, ya dak mungkin kita cegah," kata Andeska ketika di temui bangkapos.com (Pos Belitung) di Bukit Pangkuan, Minggu (5/5/2013) sore.

Ia menjelaskan, peresmian Agrowisata Bukit Pangkuan Rencananya akan mulai dibuka secara resmi pada Juni 2013. Hingga kini, penataan kawasan seluas kurang lebih 120 hektar tersebut baru mencapai kurang lebih 20 persen.

Dalam waktu dekat Andeksa mengatakan pihaknya akan melengkapi sejumlah fasilitas. Di antaranya, kolam renang, kolam pemancingan, wahana air, cottages, toilet, pain ball, camping ground, dan wahana permainan anak.

Obyek ini mulai dikembangkan pada 2003 silam di bawah naungan PT Agrowisata Bukit Pangkuan. Pada tahap pertama, pengembangan kawasan ini dimulai dengan pembuatan perkebunan dan taman buah.

"Kita rancang obeyk ini sebagai obyek wisata alternatif bagi wisatawan lokal, domestik, maupun mancanegara, karena umumnya di Belitung ini kita masih mengandalakan wisata bahari," kata Andeska.

Ia berharap dengan adanya obyek wisata alternatif, para wisatawan bisa lebih lama berkunjung di Belitung. Selain itu obyek wisata ini juga jadi ajang untuk mendorong masyarakat agar mulai beralih dari tambang ke sektor pariwisata.

"Kalau sudah lengkap dan beroperasi semua, kurang lebih bisa menyerap 100 orang tenaga kerja dari masyarakat setempat," tambah Andeska.
Penulis: wahyu
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas