Rabu, 10 Juni 2026

Hipmi Setuju Harga BBM Naik

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) setuju jika harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

Tayang:
Editor: fitriadi
zoom-inlihat foto Hipmi Setuju Harga BBM Naik
KOMPAS/HARRY SUSILO
Polisi menjaga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang kehabisan solar bersubsidi di Jalan Jakarta, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/4/2013). Kuota solar bersubsidi di SPBU ini dikurangi oleh pemerintah dari 40.000 liter per hari menjadi 16.000 liter per hari. Akibatnya, banyak truk di pelabuhan yang tidak dapat mengisi solar.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) setuju jika harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

"Kami dari awal (setuju) naikkan saja. Karena, sekarang subsidi sudah 3,8 persen dari APBN, dan itu dilarang, maksimum tiga persen. Tinggal bagaimana kita mengefisienkan," ujar Harry Warganegara, Sekretaris Jenderal Hipmi, Selasa (7/5/2013).

Kenaikan BBM, lanjut Harry, harus diimbangi dengan pemberian layanan public transport yang semakin baik. Harry mengusulkan penerapan sistem mobil ganjil genap di seluruh Jakarta, dan mengurangi pajak kendaraan khusus angkutan kota yang tergabung dalam asosiasi, misalnya Organda.

"Saya setuju dengan sistem genap ganjil, tapi tidak setuju kalau untuk kawasan tertentu, seluruh Jakarta saja diberlakukan. Kalau ternyata terlalu lengang, kasih kuota," saran Harry.

Kuota nomor polisi (nopol) ganjil boleh masuk ketika hari nopol genap atau sebaliknya. Asal, pemilik mobil membeli stiker mobil (misalnya) seharga Rp 1 juta, dengan pembatasan atau sistem lelang terbatas.

Untuk asosiasi, pemerintah dapat mengurangi pajak kendaraan kepada Organda. Sehingga, tarif angkutan kota tidak naik.

"Bisa enggak pemerintah seperti itu? Bisa dong, tinggal nego saja, sektor mana yang minta subsidi," urainya. (Agustina Rasyid)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved