Tiket Mudik Kereta Api dari Bandung Ludes
Idul Fitri 2013 masih sekitar tiga bulan lagi. Namun pemesanan tiket kereta api (KA) mudik ternyata laris manis.
Tayang:
Editor:
fitriadi
BANGKAPOS.COM, BANDUNG - Idul Fitri 2013 masih sekitar tiga bulan lagi. Namun pemesanan tiket kereta api (KA) mudik ternyata laris manis. Masyarakat bisa memesan tiket sejak saat ini atau H-90.
Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) II Bandung, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan pada masa angkutan Idul Fitri 2013, yaitu H-7 hingga H-5 atau 1-5 Agustus 2013, penjualan tiket keberangkatan dari Bandung ke arah timur meningkat. Itu terlihat pada penjualan tiket kelas ekonomi jarak jauh.
"Misalnya KA Kahuripan (Kiaracondong-Kediri) untuk 2-5 Agustus, okupansinya 100 persen. Sedangkan pada 1 Agustus, okupansinya baru 30 persen," kata Bambang, Selasa (7/5/2013).
Bambang mengatakan, okupansi KA ekonomi lainnya yaitu KA Pasundan (Kiaracondong-Surabaya) untuk keberangkatan 1-3 Agustus 2013 sekitar 25 persen. Namun keberangkatan 4-5 Agustus melebihi 80 persen.
Dia menuturkan, penjualan tiket KA Kutojaya Selatan (Kiaracondong-Kutoarjo) untuk keberangkatan 2-5 Agustus melebihi 90 persen. Sementara keberangkatan 1 Agustus mencapai 30 persen.
Pada KA komersial, ucapnya, tingkat okupansi variatif. Data penjualan Selasa (7/5) pukul 11.00 menunjukkan, KA Eksekutif Argowilis dan KA Eksekutif Turangga rata-rata masih belum melebihi 20 persen. KA Bisnis Mutiara Selatan rata-rata 15 persen dan KA Harina Eksekutif rata-rata 25 persen.
Namun okupansi kelas eksekutif ketiga KA itu untuk keberangkatan 2 Agustus mencapai 97 persen. Sementara kelas bisnisnya rata-rata melewati 80 persen.
Begitu pula dengan okupansi KA Lodaya pagi kelas bisnis untuk keberangkatan 2 Agustus mencapai 96 persen. Namun kelas eksektuifnya masih 55 persen.
"Sama halnya dengan KA Malabar. Keberangkatan 3 Agustus untuk kelas eksekutif sudah 96 persen. Untuk kelas ekonomi sekitar 38 persen," katanya.
Bambang menyatakan, untuk angkutan Idul Fitri tahun ini, pihaknya mempersiapkan tiket dalam jumlah yang tidak jauh berbeda dengan volume penumpang KA Idul Fitri tahun lalu. Pada Idul Fitri tahun lalu jumlah penumpang hingga H-6 mencapai 182.666 orang. Sedangkan pada momen yang sama tahun 2011, jumlah penumpang mencapai 183.427 orang.
Jika volume penumpang Idul Fitri kali ini melebihi tahun lalu, kata Bambang, pihaknya melakukan berbagai persiapan, di antaranya menambah jadwal perjalanan dan menambah rangkaian.
Bambang menyatakan, pihaknya memberlakukan tarif sesuai dinamika pasar. Artinya, dapat berubah ketika melakukan pemesanan dalam waktu yang berbeda. "Makin dekat keberangkatan pasti lebih mahal. Bahkan tidak tertutup kemungkinan dalam beberapa menit, dapat berbeda tarif dengan rekan sebangku," katanya.
Bambang mencontohkan, keberangkatan 1 Agustus, tarif terpasang bagi KA Eksekutif Argowilis dan Turangga trayek Bandung-Surabaya Rp 400 ribu hingga Rp 475 ribu. KA Bisnis Mutiara Selatan rute sama tarifnya Rp 280 ribu.
Sementara tarif KA Lodaya Pagi Bandung-Jogya-Solo kelas eksekutif Rp 300 ribu dan Rp 240 ribu untuk kelas bisnis.
Pihaknya menyarankan masyarakat supaya saat reservasi tidak lupa mengisi form data-data sesuai identitas yang berlaku disertai nomor kontak agar mudah dihubungi, jika ada masalah. "Jangan tergiur calo. Soalnya, jika identitas pada tiket berbeda dengan kartu identitas, tiket tersebut tidak berlaku," kata Bambang.