A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

900 Orang Tewas Tertimpa Reruntuhan Pabrik - Bangka Pos
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Bangka Pos

900 Orang Tewas Tertimpa Reruntuhan Pabrik

Jumat, 10 Mei 2013 08:31 WIB
BANGKAPOS.COM, DHAKA - Lebih dari dua minggu setelah pabrik ambruk di Banglades yang menjebak pekerja di bawah tumpukan beton hancur, korban tewas telah melampaui 900.

Pihak berwenang menemukan lebih banyak mayat dari reruntuhan sehingga jumlah orang yang tewas tercatat telah mencapai 931, seperti dikutip dari kantor berita nasional BSS, Kamis (9/5/2013).

Pabrik tersebut runtuh pada Rabu (24/4/2013), di Savar, pinggiran ibu kota Banglades, Dhaka. Dari dalam pabrik, 2.400 orang sudah terselamatkan, dan kini petugas menggunakan alat berat untuk membersihkan lokasi reruntuhan sekaligus menemukan mayat yang terjebak di dalamnya. Operasi penyelamatan sebelumnya digelar selama tujuh hari, dan saat itu korban tewas sudah melampaui 500 orang.

Runtuhnya bangunan juga mengungkap murahnya produk garmen kawasan ini yang dipasok untuk Eropa dan negara maju lain. Insiden ini telah menjadi salah satu bencana industri paling mematikan di kawasan Asia Selatan.

Pemilik bangunan dan pabrik kini disidik atas tuduhan memerintahkan para pekerja tetap bekerja, meski sehari sebelumnya mengetahui ada keretakan pada struktur bangunan. Pemasukan 20 miliar dollar AS dari industri garmen Banglades merupakan penyumbang 77 persen pemasukan ekspor negara itu.

Di antara mereka yang kini dituding menjadi penyebab runtuhnya pabrik ini adalah para pengusaha ritel pakaian bermerek di Barat. Pemasok dari Banglades menyebut tuntutan harga murah menjadi salah satu tekanan yang menyebabkan pemberian upah rendah dan kondisi buruk bagi para pekerja. (CNN)
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
470294 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas