Senin, 22 Desember 2014
Bangka Pos

Mengenang Wafatnya Pejuang 45 Abdul Somad

Jumat, 10 Mei 2013 13:25 WIB

Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA -
KRT H Datuk H Ramli Sutanegara bersama Partai NasDem menggelar Haul ke-32 wafatnya HMA Abdul Somad Thalib, Jumat (10/5/2013).

Abdul Somad Thalib merupakan Pejuang 45, kelahiran Sei Tawar Palembang, 12 September 1912. Bapaknya bernama Ustadz HMA Thalib dan Ibu Siti Aminah asal Muntok, Bangka.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Bangka Belitung
KRT Datuk H Ramli Sutanegara mengatakan Abdul Somad Thalib merupakan sosok pemimpin yang memiliki jati diri dan ketegaran mempertahankan prinsip, tapi luwes dalam penerapan. Ia  meninggal dunia dalam usia 68 tahun.

"Meskipun bakti dan perjuangannya untuk Tanah Air dan bangsa cukup besar, namun tokoh Pejuang 45 ini tidak pernah menagih jasanya," kata Ramli.

Ramli menambahkan, Almarhum tidak pernah menuntut dari negara walaupun Beliau adalah pejuang 45.

"Perjuangan yang Beliau lakukan semata-ata karena cintanya kepada bangsa dan Tanah Air serta demi kemerdekaan," kata Ramli.

Abdul Somad Thalib semasa hidupnya aktif dalam Laskar Napindo serta kegiatan politik bersama Dr AK Gani. Ia pernah mendapatkan penghargaan berupa American Labour Award dan Sri Mahkota Utama Dunggun Trengganu Malaya.

Abdul Somad pernah menjadi Anggota MPRS, staf Ahli Menteri Perburuhan RI, Pimpinan Industri Mebel Firma Glory, Komisaris Intra Bank Jakarta, Dewan penyantun Universitas Islam Syekh Yusuf Jakarta, serta Dewan Penyantun Pondok Pesantren Asikiyah.

Haul Alarhum Abdul Somal diisi pembacaan Surat Yasin dan doa bersama yang dihadiri mantan Wakil Gubernur Babel H Syamsuddin Basari, mantan Walikota Pangkalpinang H Sofyan Rebuin, H Nardiono Wibowo, M Irwansyah, Thomas Japri, pengurus Partai NasDem se-Bangka dan Belitung serta keluarga KRT Datuk H Ramli Sutanegara.

"Haul ini untuk memberikan rasa hormat kepada orang yang sudah meninggal. Rasa hormat tidak hanya diberikan kepada orang yang hidup, tapi orang yang sudah meninggal pun perlu dihormati," kata Ramli.
Penulis: agusrya
Editor: fitriadi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas