Nasabah Bank Hampir Tertipu
Jangan mudah percaya saat menerima telpon dari orang yang tak dikenal. Terlebih si penelpon
Tayang:
Editor:
edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Al Adhi Setyanto
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Jangan mudah percaya saat menerima telpon dari orang yang tak dikenal. Terlebih si penelpon meminta transfer uang melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan berbagai alasan. Bisa jadi si penelpon merupakan penipu yang ingin memperdayai dan mendapatkan uang penerima telpon.
Modus penipuan tersebut hampir dialami customer atau nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Tanjungpandan. Warga Tanjungpandan yang enggan disebutkan namanya ini mengaku menerima telpon yang mengatasnamakan Kepala Kantor BRI Cabang Tanjungpandan, Sabtu (11/5/2013) lalu.
Seorang pria yang menelpon dirinya menyebutkan adanya kerusakan sistem jaringan BRI di Jalan Merdeka Tanjungpandan. Hal tersebut mengakibatkan nilai saldo miliknya berkurang dalam layar ATM bila akan melakukan transaksi. Namun sebenarnya nilai saldo dalam sistem tetap.
Untuk mengembalikan nilai saldo dalam layar ATM, penelpon menyarankan dirinya untuk mengaktifkan kembali jumlah uang yang tercatat dalam sistem. Penelpon juga memberikan nomor resi transaksi dirinya untuk melakukan aktivasi tersebut.
"Penelpon menyuruh saya untuk aktivasi banking tersebut di ATM salah satu hotel di Belitung. Saya curiga, karena sudah beberapa kali saya tahu modus yang seperti ini. Menurut insting saya, karena di situ tidak ada penjagaan sekuritinya," jelas calon korban penipuan ini kepada bangkapos.com, Minggu (12/5/2013) malam.
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Jangan mudah percaya saat menerima telpon dari orang yang tak dikenal. Terlebih si penelpon meminta transfer uang melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan berbagai alasan. Bisa jadi si penelpon merupakan penipu yang ingin memperdayai dan mendapatkan uang penerima telpon.
Modus penipuan tersebut hampir dialami customer atau nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Tanjungpandan. Warga Tanjungpandan yang enggan disebutkan namanya ini mengaku menerima telpon yang mengatasnamakan Kepala Kantor BRI Cabang Tanjungpandan, Sabtu (11/5/2013) lalu.
Seorang pria yang menelpon dirinya menyebutkan adanya kerusakan sistem jaringan BRI di Jalan Merdeka Tanjungpandan. Hal tersebut mengakibatkan nilai saldo miliknya berkurang dalam layar ATM bila akan melakukan transaksi. Namun sebenarnya nilai saldo dalam sistem tetap.
Untuk mengembalikan nilai saldo dalam layar ATM, penelpon menyarankan dirinya untuk mengaktifkan kembali jumlah uang yang tercatat dalam sistem. Penelpon juga memberikan nomor resi transaksi dirinya untuk melakukan aktivasi tersebut.
"Penelpon menyuruh saya untuk aktivasi banking tersebut di ATM salah satu hotel di Belitung. Saya curiga, karena sudah beberapa kali saya tahu modus yang seperti ini. Menurut insting saya, karena di situ tidak ada penjagaan sekuritinya," jelas calon korban penipuan ini kepada bangkapos.com, Minggu (12/5/2013) malam.