Warga Kwatirkan Dampak SUTET
Warga yang bermukim di kawasan Sekip Desa Sungai Daeng Kecamatan Muntok
Tayang:
Laporan Wartawan Bangka Pos, Rudy
BANGKA POS.COM, BANGKA - Warga yang bermukim di kawasan Sekip Desa Sungai Daeng Kecamatan Muntok, mengaku mulai khwatir rencana PT PLN menentukan lokasi tapak Gardu Induk (GI) terkait proyek jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan Palembang-Muntok.
Kekuatiran warga beralasan karena daerah Sekip merupakan kawasan berpotensi padat penduduk. Sehingga rencana pembangunan proyek GI di atas lahan seluas 2,5 hektare lebih selain menghambat perkembangan pemukiman juga berdampak bahaya radiasi saluran tegangan tinggi yang ditimbulkan.
Demikian menurut Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Kabupaten Bangka Barat, David Karim, seusai turun ke lapangan mendengar keluhan langsung dari warga.
"Di sini (Sekip) kawasan ini berpotensi tempat perkembangan pemukiman penduduk. Dengan dibangun gardu induk 150 KVA di sini, orang jelas tidak mau bangun rumah di sini. Selain itu dampak SUTET (Saluran Udara Tegangan Tinggi, red) berbahaya bagi perkembangan otak," ujar David Karim, kepada bangkapos.com , Senin, (13/5-2013).
BANGKA POS.COM, BANGKA - Warga yang bermukim di kawasan Sekip Desa Sungai Daeng Kecamatan Muntok, mengaku mulai khwatir rencana PT PLN menentukan lokasi tapak Gardu Induk (GI) terkait proyek jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan Palembang-Muntok.
Kekuatiran warga beralasan karena daerah Sekip merupakan kawasan berpotensi padat penduduk. Sehingga rencana pembangunan proyek GI di atas lahan seluas 2,5 hektare lebih selain menghambat perkembangan pemukiman juga berdampak bahaya radiasi saluran tegangan tinggi yang ditimbulkan.
Demikian menurut Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Kabupaten Bangka Barat, David Karim, seusai turun ke lapangan mendengar keluhan langsung dari warga.
"Di sini (Sekip) kawasan ini berpotensi tempat perkembangan pemukiman penduduk. Dengan dibangun gardu induk 150 KVA di sini, orang jelas tidak mau bangun rumah di sini. Selain itu dampak SUTET (Saluran Udara Tegangan Tinggi, red) berbahaya bagi perkembangan otak," ujar David Karim, kepada bangkapos.com , Senin, (13/5-2013).