Rabu, 29 Juli 2015

Komandan Pemberontak Suriah Mengaku "Kanibal"

Rabu, 15 Mei 2013 17:27

Khalid al Hamad, dikenal dengan nama samaran Abu Sakkar, mengatakan kepada majalah Time bahwa video itu asli dan bahwa dia menggigit paru-paru prajurit itu. Video tersebut telah memicu kecaman dari sekutu dan simpati dari para pemberontak serta telah menjadi bagian dari perang propaganda sengit yang sedang berkobar di media sosial.

Situs-situs berita di seluruh dunia telah memperlihatkan Al Hamad menancapkan giginya ke dalam apa yang tampaknya merupakan paru-paru seorang tentara pemerintah Suriah yang tewas. Teman-temannya sesama pemberontak ada yang menyerukan agar dia ditangkap atau dibunuh karena aksinya itu. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam dia. Namun, Al Hamad menegaskan, dia tidak menyesal.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan lewat Skype, Selasa (14/5/2013) dini hari, dengan Time, Al Hamad menjelaskan apa yang menyebabkan dia memotong organ prajurit itu. "Kami membuka ponselnya dan saya menemukan sebuah video klip seorang perempuan dan dua anak perempuannya yang sepenuhnya bugil dan tentara itu melecehkan mereka, dan menempelkan sebuah pentungan di sana-sini."

Video "kanibalisme" itu, yang berdurasi 27 detik, memperlihatkan Al Hamad mengacung-acungkan organ yang tampaknya merupakan paru-paru dan jantung tentara Suriah yang terbujur kaku di kaki Al Hamad. Video tersebut pertama kali dilihat dua wartawan Time pada April. Beberapa minggu kemudian, Time memperoleh kopinya. Namun, majalah itu ingin memastikan keaslian video tersebut.

"Walau telah diberi tahu oleh sejumlah saksi bahwa gambar dalam video itu benar adanya, kami mencari tahu tentang keaslian isinya karena menyadari potensi bahwa bisa saja hal itu dipalsukan untuk tujuan propaganda. Al Hamad kini telah memastikan bahwa video itu memang benar adanya dan bahwa ia memang menggigit paru-paru prajurit itu. (Pada saat shooting, Al Hamad yakin ia menggigit hati. Seorang ahli bedah yang telah melihat video itu menegaskan bahwa organ tersebut adalah paru-paru, yang agak menyerupai hati)," tulis Time.

Pada 12 Mei, kopi video itu muncul di sebuah situs proregime, dari situ lalu menyebar di Facebook dan YouTube.

Menurut Time, Al Hamad seorang Sunni yang "terbakar kebencian" sektarian terhadap kaum Alawit. Pria itu, kepada Time, mengaku bahwa ia punya sebuah video lain yang tak kalah mengerikan tentang pembunuhan seorang tentara pemerintah dari kaum Alawit. Presiden Suriah, Bashar Assad, seorang Alawit. Konflik Suriah semakin berkembang menjadi konflik sektarian.

Halaman123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas