Dewan Labuan Batu Selatan Belajar ke Bateng
Rombongan anggota Komisi III DPRD Labuan Batu Selatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut)
Penulis: M Zulkodri | Editor: edwardi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rombongan anggota Komisi III DPRD Labuan Batu Selatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendatangi kantor DPRD Bateng, Kamis (16/05/2013).
Kedatangan rombongan yang dikoordinir koordinator bidang Komisi III
DPRD Labuan batu selatan, Fery Andhika Dali Munthe disambut langsung
Ketua DPRD Bateng, Adet Mastur.
Dikatakan Fery kedatangan mereka dalam rangka melakukan studi banding
untuk mempelajari program yang dilakukan dan bagaimana cara Kabupaten
Bateng dapat mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK
Babel selama dua tahun berturut-turut. Sehingga hal itu, perlu
dipelajari dan dicontoh.
Tidak hanya itu, selama ini, lanjut Fery pihaknya juga tertarik akan forum komunikasi pimpinan daerah (Fukominda)
" Kami mendengar dalam mengambil kebijakan daerah. Tidak ada perbedaan
pendapat yang signifikan. Sehingga dalam realisasi anggarannya tidak
bermasalah.Kami datang untuk belajar bagaimana cara mengelola suatu
pemerintah kabupaten yang sejahtera. Baik secara ekonomi, pembangunan
sampai ke politik yang harmonis," ujar Fery.
Dikatakan Fery, mereka yang daerahnya baru mekar tahun 2009 lalu sangat
tertarik dengan adanya Fukominda. Sebab dengan adanya forum itu, bisa
menjadi wadah dalam mengambil kebijakan suatu daerah.
" Kami juga ingin di daerah kami ada Fukominda, sehingga kebijakan
menyangkut masyarakat banyak bersifat massa bisa kita tindak lanjuti
bersama," imbuhnya.
Diakatakan Ketua DPRD Bateng, Adet Mastur menyatakan bahwa pemerintahan
di Bangka Tengah menganut sistem hubungan harmonis atau lebih kental
dengan sebutan keluarga. Sehingga antara pimpinan daerah terjalin
komunikasi yang baik.
" Fukominda ini, terdiri dari pimpinan daerah, dari eksekutif diwakilkan
Bupati, legislatif Ketua DPRD, dan yudikatif dari Polres Bateng,
Kejari, Dandim serta Pengadilan Negeri. Fukominda sendiri berfungsi
sebagai fasilitator ketika terjadi perselisihan masyarakat dengan
masyarakat ataupun masyarakat dengan perusahaan ungkapnya.
Salah satu langkah yang baru saja di ambil fukominda yakni menertibkan
pendistribusian BBM bersubsidi di SPBU, yakni dengan memasang stiker
khusus, untuk menghindari pengisian berulang-ulang di SPBU satu ke SPBU
lainnya.