Mendikbud Ikut Resah Soal 'Genk Motor'
Selasa (14/05) malam, aksi pelemparan bom molotov terjadi di SMK N 3 Jetis
Wajar saja, sebagian besar pelaku genk motor diketahui masih berusia
belasan. Ia sendiri menjelaskan bahwa jalan keluarnya yakni dengan
penerapan pendidikan Etika, Moral dan Agama pada pendidikan sekolah
lantaran masalah ini terkait erat dengan masalah moralitas.
Terhadap
aksi-aksi semacam itu M Nuh berencana akan memberlakukan penambahan jam
untuk pelajaran agama dan budi pekerti pada kurikulum 2013 nanti.
“Tidak usah banyak-banyak, bisa berubah baik sedikit saja sudah bagus,” tambahnya.
Terutama untuk menciptakan pengawasan serta menciptakan
keteladanan yang baik bagi para siswa. “Kepala sekolah harus bisa
melakukan deteksi dini, kalau ada yang mencurigakan bisa langsung
diingatkan,” imbuhnya.
Pihaknya mengakui telah
melaksanakan pencegahan dini untuk menghindari terulangnya kejadian
serupa. Satu diantaranya larangan membawa kendaraan bagi pelajar SMP.
Ia berharap, para orang tua pun bisa pro aktif untuk tidak memberikan sepeda motor bagi anaknya yang masih di jenjang SMP.
Sementara untuk pelajar SMA, telah dikembangkan model sekolah tertib lalu lintas.