Rabu, 10 Juni 2026

Mendikbud Ikut Resah Soal 'Genk Motor'

Selasa (14/05) malam, aksi pelemparan bom molotov terjadi di SMK N 3 Jetis

Tayang:
BANGKAPOS.COM, YOGYAKARTA -- Selasa (14/05) malam, aksi pelemparan bom molotov terjadi di SMK N 3 Jetis, Yogyakarta. Yang memperihatinkan, ternyata para pelakunya masih berstatus sebagai pelajar. 

Wajar saja, sebagian besar pelaku genk motor diketahui masih berusia belasan. Ia sendiri menjelaskan bahwa jalan keluarnya yakni dengan penerapan pendidikan Etika, Moral dan Agama pada pendidikan sekolah lantaran masalah ini terkait erat dengan masalah moralitas.

Terhadap aksi-aksi semacam itu M Nuh berencana akan memberlakukan penambahan jam untuk pelajaran agama dan budi pekerti pada kurikulum 2013 nanti.

“Tidak usah banyak-banyak, bisa berubah baik sedikit saja sudah bagus,” tambahnya.

Terutama untuk menciptakan pengawasan serta menciptakan keteladanan yang baik bagi para siswa. “Kepala sekolah harus bisa melakukan deteksi dini, kalau ada yang mencurigakan bisa langsung diingatkan,” imbuhnya.

Pihaknya mengakui telah melaksanakan pencegahan dini untuk menghindari terulangnya kejadian serupa. Satu diantaranya larangan membawa kendaraan bagi pelajar SMP.

Ia berharap, para orang tua pun bisa pro aktif untuk tidak memberikan sepeda motor bagi anaknya yang masih di jenjang SMP.

Sementara untuk pelajar SMA, telah dikembangkan model sekolah tertib lalu lintas.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved