Kamis, 11 Juni 2026

Mahasiswi di Pangkalpinang 'Mainannya' Ular

Pecinta Reptil Bangka (Perbak) memiliki anggota sekitar 20 orang, yang t

Tayang:
Penulis: Alza Munzi |
Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi
BANGKAPOS.COM
, BANGKA -- Pecinta Reptil Bangka (Perbak) memiliki anggota sekitar 20 orang, yang terbiasa hidup dengan binatang jenis reptil.
Namun, tidak sembarang reptil yang mereka pelihara. Untuk ular saja, komunitas ini membelinya dari luar Bangka dengan harga yang tidak murah.

"Python albino atau bahasa latinnya pyton molurus bivittarus dari Australia, tetapi sudah dikembangbiakan di Indonesia. Saya beli di Jakarta," kata Ketua Perbak Bowo kepada bangkapos.com, Kamis (16/5/2013).

Menurutnya, ular jenis itu tidak akan ditemukan di alam bebas di Babel. Mahasiswi STMIK Atma Luhur Pangkalpinang ini, juga mengoleksi iguana dari Peru dan biawak asal Argentina. Wajar saja bentuk tubuhnya tidak serupa dengan binatang lokal.

Seperti biawak Argentina, bentuk kepalanya agak bulan. Tampak pipinya menggelembung dan berkulit bersih, beda dengan biawak pada umumnya di Indonesia.

"Biawak (bahasa Bangka kejawak--red) ini hidup di bebatuan. Saya biasakan buang air di kamar mandi. Soal makan, biasa saja," ujarnya.

Anggota Perbak yang lain memelihara buaya, ular boa dan ular sanca. Sebagai sesama penyayang binatang, biasanya mereka berkumpul setiap Minggu sore di Taman Merdeka Pangkalpinang.

Simak: Selengkapnya reportase dan foto aktivitas Perbak pada Bangka Pos edisi Minggu, (19/5/2013).
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved