Kamis, 11 Juni 2026

Nelayan Simpangteritip Tolak Kapal Isap

Nelayan di Desa Teritip, Simpang Gong, Mayang dan Rambat menolak rencana beroperasinya kapal isap di perairan tersebut.

Tayang:
Penulis: Alza Munzi | Editor: fitriadi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Direktur Eksekutif Walhi Babel Ratno Budi mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi bersama pimpinan nelayan di Kecamatan Simpangteritip, Bangka Barat.
Hasilnya, seluruh nelayan di Desa Teritip, Simpang Gong, Mayang dan Rambat menyatakan tetap menolak rencana beroperasinya kapal isap produksi (KIP) di perairan tersebut.

"Dan beberapa hasil temuan Walhi di lapangan juga mengarah pada situasi perekonomian nelayan yang menggunakan tradisi bagan sejak dua bulan yang lalu. Sedikitnya di perairan laut Rambat dan Teritip terdapat 100 bagan yang telah berdiri. Nelayan juga saat ini bersama Walhi Babel akan terus mempertahankan wilayah perairan laut dari ancaman ekspansi KIP," jelas Ratno kepada Bangkapos.com, Sabtu (18/5/2013).

Ratno mengaku mendapatkan info rencananya KIP Sentosa 99 akan melakukan penambangan di perairan tersebut setelah kapal isap tersebut mendapatkan kavling dari PT Sarana Marindo. Namun, pihaknya menduga ada beberapa kejanggalan terkait dari perizinan tambang dan dokumen Amdal.

"Kami sedang mendalami masalah ini, dan tetap akan melakukan konsolidasi dengan seluruh nelayan di Kecamatan Simpangteritip yang berjuang mempertahankan wilayah kelola nelayan dari pertambangan timah lepas pantai," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved