Berat Kostum BBF hingga 20 Kilogram
Kostum-kostum bertemakan Under The Sea yang ditampilkan dalam Belitung Beach Festival &
Tayang:
Editor:
edwardi
Bangkapos.com/novita
Asep, peserta Babel Carnaval yang tampil di Belitung Beach Festival & Expo 2013 di Pantai Tanjungpendam, Sabtu (19/5/2013).
Laporan wartawan Pos Belitung Novita
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Kostum-kostum bertemakan Under The Sea yang ditampilkan dalam Belitung Beach Festival & Expo 2013 sangat unik dan menarik. Tak hanya kostum dari Jember Fashion Carnaval, kostum dari Babel Carnaval pun begitu.
Simbol-simbol kehidupan yang ada di bawah laut diwujudkan dalam bentuk kostum yang dipakai sendiri oleh perancang yang sekaligus pembuatnya. Mereka yang tergabung dalam Babel Canaval adalah putra-putri Babel yang telah dibimbing oleh instruktur JFC dalam workshop.
Antara satu kostum dengan kostum lain berbeda-beda. Baik model, warna, tinggi, bahkan hingga beratnya. Mereka juga tampil dengan make up yang disesuaikan dengan kostum yang dikenakan.
Seperti kostum yang dikenakan Asep Amirudin, perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung). Kostum hasil rancangannya mengambil simbol terumbu karang untuk bagian kaki hingga kepala. Sedangkan pada bagiann sayap, diumpamakan sebagai gelombang laut. Warna biru yang digunakan menggambarkan warna laut. Sementara warna kuning, merah, dan lainnya menggambarkan terumbu karang yang belum rusak.
Asep memerlukan waktu sekitar tiga minggu untuk membuatnya. Dalam pembuatannya, Asep menggunakan material seperti spons, kain dan matras. Soal berat kostum, jangan ditanya.
"Beratnya 10 kilo," kata Asep saat menjawab pertanyaan tim Juri (Yusri, Dirzi Zaldan dan Sarpani) dalam penilaian pada Minggu (19/5/2013) di kawasan Pantai Tanjungpendam.
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Kostum-kostum bertemakan Under The Sea yang ditampilkan dalam Belitung Beach Festival & Expo 2013 sangat unik dan menarik. Tak hanya kostum dari Jember Fashion Carnaval, kostum dari Babel Carnaval pun begitu.
Simbol-simbol kehidupan yang ada di bawah laut diwujudkan dalam bentuk kostum yang dipakai sendiri oleh perancang yang sekaligus pembuatnya. Mereka yang tergabung dalam Babel Canaval adalah putra-putri Babel yang telah dibimbing oleh instruktur JFC dalam workshop.
Antara satu kostum dengan kostum lain berbeda-beda. Baik model, warna, tinggi, bahkan hingga beratnya. Mereka juga tampil dengan make up yang disesuaikan dengan kostum yang dikenakan.
Seperti kostum yang dikenakan Asep Amirudin, perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung). Kostum hasil rancangannya mengambil simbol terumbu karang untuk bagian kaki hingga kepala. Sedangkan pada bagiann sayap, diumpamakan sebagai gelombang laut. Warna biru yang digunakan menggambarkan warna laut. Sementara warna kuning, merah, dan lainnya menggambarkan terumbu karang yang belum rusak.
Asep memerlukan waktu sekitar tiga minggu untuk membuatnya. Dalam pembuatannya, Asep menggunakan material seperti spons, kain dan matras. Soal berat kostum, jangan ditanya.
"Beratnya 10 kilo," kata Asep saat menjawab pertanyaan tim Juri (Yusri, Dirzi Zaldan dan Sarpani) dalam penilaian pada Minggu (19/5/2013) di kawasan Pantai Tanjungpendam.