Wali Kota Nekat Melompati Pagar
Saat rombongan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri datang, sempat terjadi pertikaian di antara massa.
Kampanye diselenggarakan dengan dimeriahkan grup musik Triad yang digawangi musisi ternama Ahmad Dhani. Selain itu, hadir sejumlah artis lawak seperti Doyok, Tessy dan Kadir. Saat rombongan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri datang, sempat terjadi pertikaian di antara massa. Saat itu grup musik Triad juga tengah menyanyikan lagu.
Di tengah kerumunan massa tiba-tiba terjadi saling lempar. Sejumlah benda seperti sandal, potongan bambu, pasir, tanah bahkan bungkus minuman tampak beterbangan. Padahal kondisi saat itu juga tengah gerimis.
Tidak ingin kejadian semakin panas, Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang langsung turun ke kerumunan massa. Ia tak segan melompati pagar yang membatasi panggung dengan kerumunan massa.
Di tengah kerumunan ia tampak memberikan nasihat dan meminta massa untuk tenang dan tertib. Tak berselang lama kondisi pun tenang kembali.
Setelah tenang ia pun kembali ke panggung. Petugas keamanan yang sempat ikut turun dengan plt Wali Kota terlihat mengamankan botol kaca yang dibawa oleh simpatisan.
Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan orasi Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko. Selain mengingatkan untuk mencoblos dirinya pada pemilihan gubernur 26 Mei mendatang, ia juga meminta massa untuk tidak berbuat onar.
"Nyanyian ini untuk rakyat dan untuk perubahan, ojo do padu ya (jangan pada bertengkar ya) ayo peace peace, peace bro," ujarnya.
Massa PDI Perjuangan yang datang memang tidak terlalu banyak. Masih ada sedikit lowong di bagian belakang lapangan yang cukup besar tersebut. Massa dan simpatisan datang dengan mengendarai bus, truk, mobil dan juga sepeda motor.
Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Faisal mengatakan, sejumlah ruas jalan memang ditutup untuk penyelenggaraan kampanye. Ia mengatakan terdapat sejumlah simpatisan yang tidak mengenakan helm serta suara knalpot yang bising.
"Tadi ada saya kasih tahu harus pakai helm, dan knalpot tidak boleh begitu. Tapi ini lumayan tertib," katanya.