Selasa, 9 Juni 2026

Bukan Pasutri Tertangkap Ngamar

Dua pasangan bukan suami istri (pasutri) terjaring operasi Satuan Polisi Pamong Praja.

Tayang:
Editor: fitriadi
zoom-inlihat foto Bukan Pasutri Tertangkap Ngamar
bangkapos.com/dok
Ilustrasi
Laporan Wartawan Pos Belitung, Edi Yusmanto

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Dua pasangan bukan suami istri (pasutri) terjaring operasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung di sebuah penginapan seputaran Dusun Kelekak Usang, Tanjungpandan, Senin (20/5/2013) sore.

Kepala Satpol PP Kabupaten Belitung Alkar mengatakan operasi kali ini dilakukan sore hari karena banyak informasi yang masuk terkait prostitusi siang dan sore hari di penginapan.

"Orang mengira kami hanya melakukan operasi di malam hari pada waktu tertentu. Sekarang kami melakukannya tanpa batas waktu yang ditentukan. Artinya semua waktu bisa kami bergerak untuk operasi," kata Alkar kepada Bangkapos.com.

Alkar mengungkapkan, dua pasangan ini beralamat di Kecamatan Kelapa Kampit dan Kecamatan Membalong. Mereka kedapatan sedang berduaan di dalam kamar. Saat ditanya perihal status hubungan, pasangan ini tidak bisa menyakinkan petugas bahwa mereka adalah pasangan sah suami istri.

"Ternyata mereka diduga melakukan hubungan yang tidak layak karena bukan pasangan sah. Saat ditangkap mereka cepat-cepat mengenakan pakaian," ungkap Alkar.

Saat ini dua pasangan ini diamankan di kantor Satpol PP Kabupaten Belitung. Mereka diminta untuk membuat surat perjanjian dan diberikan pembinaan terkait kesalahan mereka.

"Kami harapkan keluarga mereka mengetahui kelakuan ini agar tidak terulang kembali," sebut Alkar.

Kepala Seksi Operasi dan Penegak Perda Satpol PP Kabupaten Belitung Abdul Kodir mengatakan akan mempertanyakan perizinan penginapan tersebut.

"Kami akan sarankan untuk pencabutan perizinan usaha kepada bupati. Mestinya, pengelola penginapan jeli dan teliti terkait masalah ini. Kalau memang penginapan, kenapa harus ada hal-hal demikian," kata Kodir.

Parahnya lagi lanjut Kodir banyak informasi yang menyebutkan penginapan ini menerima layanan prostitusi anak-anak sekolah.

"Kita akan terus tindaklanjuti hal ini. Ada cewek-cewek, banyak juga anak-anak sekolah," kata Kodir.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved