Kebun Sawit Terhampar di Pulau Lepar

Jika kita berada di dalam pesawat terbang dari Jakarta menuju

Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Jika kita berada di dalam pesawat terbang dari Jakarta menuju Pangkalpinang, sekitar setengah jam sebelum pesawat mendarat di Bandar Udara Depati Amir Pangkalpinang terlihat sebuah pulau hijau berdekatan dengan pulau besar Pulau Bangka.

Pulau tersebut adalah Pulau Lepar Kecamatan Leparpongok. Dulunya, pulau ini bersama Pulau Pongok bersatu dalam kecamatan Lepar Pongok.

Namun kini Pulau Pongok sudah menjadi Kecamatan sendiri yaitu Kecamatan Kepulauan Pongok. Hijaunya pulau yang terlihat dari udara berasal dari perkebunan kelapa sawit milik PT Swarna Nusa Sentosa (SNS) di tengah-tengah pulau.

Pulau Lepar dengan luas wilayah sebesar 172,312 km Kecamatan Lepar Pongok secara administratif terbagi menjadi 4 Desa yaitu Penutuk, Tanjung Labu, Tanjung Sangkar, dan Kumbung.

Sementara luas. HGU perkebunan sawit PT SNS sendiri mencapai 8.500 hektar.

Perkebunan sawit diwilayah Pulau Lepar sendiri  mulai ditanami sekitar tahun 1997 saat Babel masih merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan.

Kala itu perkebunan kelapa sawit tersebut masih milik Grup Mayora dan beberapa tahun belakangan beralih ke grup Cappela Medan.

Saat ini ratusan hektar lahan sawit tersebut dalam keadaan luluh lantak dihajar Tambang Inkonvesional (TI).

Keberadaan perkebunan sawit PT SNS sendiri sempat mendapat masalah dengan adanya pembakaran sejumlah aset PT SNS oleh warga sekitar tahun 2010 lalu.


Tokoh Pemuda Tanjung Labu, Yuspadiar menjelaskan, selama ini keberadaan perkebunan kelapa sawit tersebut tidak memberikan dampak kesejahteraan bagi warga setempat.

Fasilitas umum berupa jalan saja hingga saat ini belum ada yang layak seperti yang dinikmati saudara mereka di daratan.

"Memang ada yang bekerja disana tetapi jumlahnya sedikit. Tapi warga kita selama ini sejahtera karena berkebun lada dan melaut," ungkap Yuspadiar, Senin (3/6/2013).

Terkait keberadaan perkebunan kelapa sawit tersebut, Kades Tanjung Labu Ismit menegaskan, empat desa diwilayah pulau Lepar secara tegas menolak rencana perluasan perkebunan oleh PT SNS.

"Kalau ada perluasan dimana lagi kami mau berkebun, mencari kayu. Pokoknya kami menolak adanya perluasan," tegasnya dalam bincang-bincang dengan harian ini disela-sela kunjungan kerja dan diklat Kades se Basel ke Surabaya baru-baru ini.

Menurutnya, terkait perkebunan sawit, sebagian warganya saat ini ada yang sudah mencoba berkebun sawit. "Namun jumlahnya masih sedikit," ujarnya

Penulis: Iwan Satriawan
Editor: emil
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved