• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Bangka Pos

Tak Ada Pengajuan Perluasan Kebun Sawit di Belitung

Rabu, 12 Juni 2013 23:00 WIB
Laporan Wartawan Pos Belitung, Edi Yusmanto

BANGKAPOS.COM, BELITUNG
- Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Belitung Reza Aprian mengatakan belum ada perusahaan yang mengajukan perluasan perkebunan baik kelapa sawit maupun karet.

Saat ini luas Perkebunan Besar Swasta (PBS) Kabupaten Belitung Triwulan II Tahun 2012-2013 mencapai 28.220.60 hektar (ha).

"Belum ada pengajuan sampai hari ini. Banyak perusahaan masih melakukan kajian potensi sebelum melakukan pengembangan dan perluasan lahan," kata Reza kepada Bangkapos.com, Rabu (12/6/2013).

Perjalanan perkebunan kelapa sawit khususnya menurut Reza cukup panjang. Relatifitas peruntukan pada keberadaan perusahaan perkebunan ini memang belum optimal kepada masyarakat.

"Bicara soal dampak perkebunan kepada masyarakat itu relatif. Kalau mereka karyawannya, saya pikir sangat terbantukan. Tapi diluar itu, belum tahulah," ujar Reza.

PBS Kabupaten Belitung terdiri dari delapan perusahaan diantaranya, PT Foresta Lestari Dwikarya (FDL). Perusahaan ini wilayah perkebunannya, berada di kecamatan Membalong, Badau dan Tanjungpandan. Luasnya sekitar 10.032 hektar. PT Rebinmas Jaya (RJ) berkebun di kecamatan Sijuk dan Badau dengan luas 7. 850.12 hektar. PT Agro Makmur Abadi (AMA) di kecamatan Sijuk dan Badau, luasnya 4.948 hektar. PT Palmindo Billiton Berjaya (PBB) di kecamatan Membalong dan Badau dengan luas 2.550 hektar. PT Alam Karya Sejahtera (AKS) di  Membalong dengan luas 1.676 hektar. PT Indomas Agritama di Membalong dan luas 120 hektar. PT Pratama Unggul Sejahtera (PUS) di Membalong dan Badau dengan luas 1.044.48 hektar.
Dan PT Mitra Alam Subur Jaya di Badau dengan luas 336.75 hektar, tapi khusus perkebunan karet.

Reza menyebutkan dari semua perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut, hampir semuanya sudah menerapkan sistem plasma sawit kepada masyarakat.

"Ada sistem plasma itu. Masing-masing sudah mengimplementasikannya. Bagi perusahaan sawit yang sudah lama semua sudah baik," kata Reza.
Penulis: ediyusmanto
Editor: fitriadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas